|
Kerjasama
PMPTK - Lemlit UNP berakhir sukses
Baru-baru
ini, Lembaga Penelitian UNP baru saja selesai
menyelenggarakan Program Kerja sama dengan Ditjen
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK).
Program tersebut berbentuk kepercayaan yang diberikan
kepada Lemlit UNP untuk melatih para guru SD, SMP, SMA,
dan SMK sebanyak 100 orang per tahun untuk kawasan
Sumatra dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Pelaksanaan penelitian dilakukan secara bertahap setiap
tahunnya per wilayah. Untuk kesempatan tahun ini,
wilayah yang terpilih adalah Wilayah Sumatra Barat yang
dipilih secara acak dan yang terpilih adalah wilayah
Pesisir Selatan, Solok, Padang Panjang, dan Pariaman.
Pada tahun kedua, direncanakan Lemlit UNP sudah dapat
memperluas wilayah ke daerah tetangga, seperti Propvinsi
Riau, Jambi, Bengkulu. Pada tahun ketiga diharapkan
sudah menjangkau wilayah-wilayah lainnya yang masih
belum dijangkau. Setelah penelitian selesai, para guru
membuat laporan penelitian dan kemudian dialihkan
menjadi sebuah artikel yang akan dimuat di dalam Jurnal
Pendidikan yang ada di UNP.
Pelaksanaan program terdiri dari beberapa aktivitas yang
secara kronologis adalah seperti berikut:
-
Pelaksanaan
Penataran dan Lokakarya PTK bagi guru-guru yang
diselenggarakan selama 5 hari di Lembaga Penelitian
UNP. Selama Penlok, para guru yang datang dari
daerah diasramakan di UNP. Sebelum Penlok, para guru
mempersiapkan sebuah permasalahan kelas/pembelajaran
yang mereka bawa dari sekolah masing-masing. Di
dalam Penlok, permasalahan tersebut diolah
sedemikian rupa di dalam diskusi-diskusi sehingga
dihasilkan sebuah proposal untuk masing-masing guru.
-
Berdasarkan
proposal yang telah mereka hasilkan, para guru
melaksanakan PTK di sekolah masing-masing. Selama
proses pelaksanaan PTK, para fasilitator terpilih
dari Lembaga Penelitian UNP (secara periodik)
melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi.
Pertemuan dipusatkan di ibukota kabupaten. Dalam
pertemuan tersebut, para fasilitator
menginven-tarisasi masalah-masalah dalam pelaksanaan
penelitian yang selanjutnya akan dicarikan solusinya
dalam kerja kelompok. Begitu dilakukan seterusnya
sampai selesai penelitian dilaksanakan.
-
Setelah
penelitian selesai dilaksanakan, para guru dituntut
membuat laporan penelitian. Sebelumnya, para guru
diberi panduan penulisan laporan penelitian yang
baku sesuai dengan baku yang dibuat oleh pihak PMPTK.
Selama penulisan, para fasilitator sekali lagi
melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi untuk
memantau sejauh mana mereka telah menulis laporan
seperti yang diharapkan. Perbaikan dilakukan apabila
di sana-sini ditemukan kelemahan-kelemahan dan
kekurangan-kekurangan. Pada saat semua laporan telah
selesai ditulis, laporan dikirimkan kepada pereview/fasilitator
untuk diperiksa dan kemudian dikembalikan kepada
peneliti untuk diperbaiki sehingga menghasilkan
sebuah laporan yang memenuhi kriteria laporan PTK.
-
Langkah
berikutnya yang harus dilakukan peneliti adalah
mengalihkan laporan penelitian menjadi sebuah
artikel untuk diterbitkan pada salah satu jurnal
yang ada di UNP. Jurnal yang terpilih adalah jurnal
SKOLAR yang telah terakreditasi yang dikelola oleh
Pascasarjana UNP (Ketua Dewan Penyunting: Pak Anas
Yasin). Selama penulisan artikel, para fasilitator
sekali lagi melakukan kunjungan ke daerah untuk
membimbing peneliti dalam mengalihkan laporan
penelitian menjadi artikel tersebut (termasuk cara
menulis abstrak yang baik, meringkaskan laporan
menjadi artikel, dan menjelaskan pernik-pernik yang
berkenaan dengan cara penulisan rujukan.
-
Langkah
berikutnya adalah menyeminarkan hasil penelitian.
Semua guru berkumpul di UNP untuk menghadiri
penyajian hasil penelitian 13 orang guru yang
laporan penelitiannya terbaik (setelah diranking
menurut nilai angka hasil koreksi para pereview).
Dari 13 laporan penelitian telah terpilih satu hasil
penelitian terbaik untuk disajikan di Ditjen PMPTK
Jakarta.
-
Pada
tanggal 25 Desember, dari delapan wilayah di seluruh
Indonesia, terpilih delapan orang peneliti untuk
menyajikan hasil penelitian mereka. Penyaji dari
Sumatra Barat telah dinilai terbaik nasional oleh
para juri, walaupun semua penyaji diberi piagam dan
hadiah lainnya.
Tindak
lanjut untuk guru-guru yang tidak mungkin mendapat
kesempatan melakukan penelitian dengan dana PMPTK adalah
mengusahakan agar dana tersebut dapat dipikirkan oleh
Dinas Pendidikan Nasional Sumatra Barat sehingga
Penelitian dengan program yang serupa dapat dilaksanakan.
Pada penutupan seminar hasil penelitian di UNP, Pak
Supardi dai Ditjen PMPTK sempat berkomentar bahwa
lembaga yang paling tepat untuk membimbing dan melatih
para guru untuk menulis karya ilmiah dan meneliti adalah
LPTK (ex-IKIP) dengan alasan bahwa LPTK selalu melakukan
penulisan karya ilmiah dan melakukan penelitian yang
bernuansa pendidikan dan pengajaran (terutama penelitian
kelas). Pelaksanaan program seperti ini tidak mungkin
diserahkan kepada lembaga lain seperti universitas non-LPTK.
Para guru yang belum mendapatkan kesempatan meneliti
dengan dana PMPTK menyatakan sangat berminat untuk ikut
program tersebut, namun dana terbatas. Sebagian guru di
daerah-daerah menyatakan sanggup mengikuti program
dengan SWADANA apabila UNP mau melaksana-kannya. Namun
setelah UNP menyebutkan satuan angka perkiraan yang
mungkin untuk terwujudnya program tersebut, para guru
"tidak bersuara" lagi. Ini berarti bahwa
harapan mereka agar pihak terkait dapat membantu mereka
dengan dana.
Diharapkan dengan program kerjasama UNP dan Ditjen PMPTK
yang telah dilaksanakan, para guru yang masih "mencintai"
golongan IV/a dapat menembus stagnasi kepangkatan mereka.
SEMOGA!
Prof. Dr. Anas
Yasin, MA.
Ketua Lembaga Penelitian UNP
http://www.geocities.com/ay178/ay03.html

|