http://pakguruonline.pendidikan.net

   

 

Daftar Isi

Data dan indukator pendidikan

 

Defenisi, rumus, kriteria dan kegunaan indikator

 

Defenisi, rumus, kriteria dan kegunaan indikator data pendidikan: 

 

- Data Pendidikan

 

- Data Mutu

 

TekniK analisis data

 

Implikasi bagi perencanaan

DATA DAN INDIKATOR 

PENDIDIKAN

  

1. DATA

 

Data dan indikator merupakan dua konsep yang berlainan baik secara konsep maupun secara teknis, namun keduanya berkaitan erat. Data lebih berkaitan dengan pengumpulannya secara empiris, sedangkan indikator lebih berkaitan dengan pengolahannya. Dengan demikian, data merupakan satuan terkecil yang diwujudkan dalam bentuk simbul huruf yang menggambarkan nilai dari suatu variabel tertentu sesuai dengan empiris di lapangan. Simbol angka atau huruf tersebut sering disebut sebagai data mentah atau besaran yang belum menunjukkan suatu ukuran terhadap suatu konsep atau gejala tertentu. Besaran data tersebut belum memiliki arti apa pun jika belum dilakukan pengolahan atau analisis lebih lanjut dalam bentuk indikator.

  

Indikator merupakan suatu konsep dan selakigus ukuran. Sebagai suatu konsep, indikator pendidikan merupakan besaran kuantitatif mengenai suatu konsep tertentu yang dapat digunakan untuk mengukur proses dan hasil pendidikan atau dampak dari suatu instrumen kebijakan pendidikan. Sebagai ukuran kuantitatif, indikator merupakan besaran dari suatu keadaan empiris dari suatu konsep atau gejala tertentu sebagai hasil pengolahan dari dua satuan data atau lebih dalam waktu yang bersamaan. Indikator juga didefenisiskan sebagai perbandingan antara dua atau lebih variabel sehingga dapat diinterpretasikan.

  

Data dan indikator tidak dapat dipisahkan bahkan saling bergabung satu sama lain. Indikator tidak mungkin dihasilkan tampa dukungan data, sebaliknya data tidak memiliki acuan konseptual apapun tampa dilakukannya definisi tentang indikator. Misalnya, data penduduk usia sekolah yaitu 7 sampai 12 tahun merupakan satuan data yang belum ada artinya untuk analisis kebijakan pendidikan, namun bila digabungkan dengan sisiwa tingkat sekolah dasar, akan menghasilkan indikator angka partisipasi kasar (APK). Besaran indikator ini merupakan informasi yang berguna karena dapat dijadikan ukuran yang standar dari perluasan dan pemerataan kesempatan belajar.

  

Khusus untuk profil pendidikan ada 49 indikator yang dapat dihasilkan dari data non pendidikan sebanyak 12 indikator dan dari data pendidikan sebanyak 37 indikator.

 
2. INDIKATOR 

 

12 indikator non pendidikan adalah sebagai berikut :

  1. Kepadatan Penduduk (KP)

  2. Persentase penduduk menurut tingkat pendidikan (%PTP)

  3. Angka buta huruf (ABH)

  4. Angka melek huruf (AMH)

  5. Persentase angkatan kerja (% AK)

  6. Persentase bukan angkatan kerja (% BAK)

  7. Persentase penduduk miskin (% PM)

  8. Persentase penduduk menurut mata pencaharian (% PMP)

  9. Persentase penduduk menurut agama (% PA)

  10. Persentase desa tertinggal (% DT)

  11. Rasio puskesmas terhadap kecamatan (R-P/Kec)

  12. Rasio rumah sakit terhadap Kabupaten/Kota (R-RS/Kab/Kota)

Berdasarkan data pemerataan pendidikan, diperoleh 10 indikator sebagai berikut :

  1. Angka partisipasi kasar (APK)

  2. Angka partisipasi murni (APM)

  3. Perbandingan antar jenjang pendidikan (PAJ)

  4. Rasio siswa per sekolah (R-S/S)

  5. Rasio siswa per kelas (R-S/K)

  6. Rasio siswa per guru (R-S/G)

  7. Rasio siswa per ruang kelas (R-K/RK)

  8. Rasio kelas per guru (R-K/G)

  9. Angka melanjutkan (AM)

  10. Tingkat pelayanan sekolah (TPS)

Berdasarkan data mutu pendidikan, diperoleh 15 indikator sebagai berikut :

  1. Persentase siswa baru tingkat SD menurut asal (% SB)

  2. Rasio rata-rata NEM lulusan terhadap rata-rata NEM sisswa baru tingakat I ( NEM L/SB). Indikator 1 dan 2 merupakan mutu masukan.

  3. Angka mengulang (AM)

  4. Angka putus sekilah (APS) 

  5. Angka lulusan (AL) Indikator 3 sampai 5 merupakan mutu proses

  6. Persentase kelayakan guru mengajar (% GL)

  7. Persentase guru menurut ijazah tertinggi (% GI)

  8. Persentase kesesuaian guru mengajar dengan jurusan ijazah (% GJI)

  9. Persentase guru menurut bidang studi yang diajarkan (% GBS) Indikator 6 samapi 9 merupakan mutu guru (SDM)

  10. Presentase ruang kelas menurut kondisi (% RKK)

  11. Presentase fasilitas sekolah (% FS) Indikator 10 dan 11 merupakan mutu sarana/prasarana

  12. Angka partisipasi pemerintah pusat (APPP)

  13. Angka partisipasi orang tua siswa (APOS)

  14. Angka partisipasi pemerintah daerah (A Pemda)

  15. Satuan biaya. indiktor 12 sampai 15 merupakan mutu dilihat dari biaya yang dikeluarkan.

Berdasarkan data relevansi pendidikan, diperoleh 4 indikator sebagai berikut :

  1. Persentase siswa SMU jurusan IPA (%SIPA)

  2. Presentase sisiwa SMK menurut kelompok (% SSMK)

  3. Presentase SMK yang melaksanakan PSG (% PSG)

  4. Angka lulusan SMK yang terserap di lapangan kerja.

Berdasarkan data efisiensi pendidikan, diperoleh 8 indikator sebagai berikut :

  1. Jumlah keluarga (JK)

  2. Jumlah tahun sisiwa (JTS)

  3. Jumlah putus sekolah (JPS)

  4. Jumlah mengulang (JU)

  5. Rata-rata lama belajar (RLB)

  6. Tahun siswa Terbuang (TST)

  7. Tahun masukan per lulusan (TML)

  8. Rasio keluaran per masukan (R-KM)

kehalaman berikut

 

 

http://pakguruonline.pendidikan.net

Situs ini menampung sumbangan tulisan, berupa makalah, kajian, serta ciloteh para guru.

 Silahkan kirim tulisan  kepada web master 

zfikri@telkom.net