http://pakguruonline.pendidikan.net

   

  

Daftar Isi

Data dan indukator pendidikan

 

Defenisi, rumus, kriteria dan kegunaan indikator

 

Defenisi, rumus, kriteria dan kegunaan indikator data pendidikan: 

 

- Data Pendidikan

 

- Data Mutu

 

TekniK analisis data

 

Implikasi bagi perencanaan

DEFENISI, RUMUS, 

KRITERIA 

DAN KEGUNAAN 

INDIKATOR 

    

Untuk menjelaskan tentang indikator di atas, diperlukan pemahaman masing-masing indikator dengan menyajikan definisi, rumus, kriteria dan keginaan masing-masing indikator sebagai berikut :

    

    1.   Data Non Pendidikan.

   

a. Kepadatan Penduduk (KP)

  

Defenisi ; Rata-rata banyaknya penduduk di suatu daerah/wilayah per     km2

Rumus   :

  

              Jumlah penduduk seluruhnya

KP  =   -------------------------------------------------  x km2

                         Luas wilayah/daerah

  

  

Kriteria      : Nilainya tergantung dari daerahnya.

Kegunaan : Untuk mengetahui kepadatan penduduk di suatau daerah.

  

b. Persentase penduduk menurut tingkat pendidikan ( % PTP )

    

Defenisi ; Persentase penduduk menurut tingkat pendidikan tertentu           terhadap penduduk deluruhnya di suatu daerah.

   

Rumus  ; 

   

                  Jumlah penduduk tingkat pendidikan tertentu *)

% PTP  =   ---------------------------------------------------------------------------  x  100%

                                 Jumlah penduduk seluruhnya

    

Keterangan  :

 

*)   Tidak pernah/belum dekolah

     Tidak/belum tamat SD.

     Tamat SD

     Tamat SLTP.

     Tamat SMU

     Tamat SMK

     Tamat Diploma I/II

     Tamat Diploma III/Sarmud

     Tamat Sarjana dan setingkat diatasnya.

    

Kriteria; Makin tinggi nilai tingkat pendidikan penduduk yang                 berpendidikan sarjana keatas berarti makin baik mutu penduduk di suatu daerah.

Kegunaan; Untuk mengetahui banyaknya penduduk yang tidak pernah/ belum sekolah, tidak/belum tamat SD, tamat SLTP, tamat SMU, tamat SMK, tamat Diploma I/II, tamat Diploma III/Sarmud, dan tamat sarjana.

   

c. Angka Buta Huruf

   

Defenisi; Persentase penduduk yang buta huruf terhadap penduduk seluruhnya di suatu daerah

 

Rumus  :

   

               Jumlah penduduk buta huruf

ABH  =  --------------------------------------------------  x  100%

               Jumlah penduduk seluruhnya

   

Kriteria; Makin rendah nilai buta huruf berarti makin baik mutu penduduk di suatu daerah.

Kegunaan; Untuk mengetahui banyaknya penduduk yang buta huruf di suatu daerah.

   

d. Angka Melek Huruf

   

Defenisi; Persentase penduduk yang melek huruf terhadap penduduk seluruhnya di suatu daerah.

   

Rumus  :

   

                Jumlah penduduk melek huruf

AMH  =  -----------------------------------------------------  x  100%

                    Jumlah penduduk seluruhnya

 

  

Kriteria; Makin tinggi nilai melek huruf berarti makin baik mutu penduduk di suatau daerah.

Kegunaan; Untuk mengetahui banyaknya penduduk yang melek huruf di suatu daerah.

   

e. Persentase Angkatan Kerja ( % AK )

  

Defenisi; Persentase angkatan kerja terhadap penduduk seluruhnya disuatu daerah.

   

Rumus  :

   

                       Jumlah angkatan kerja

% AK  =  ---------------------------------------------------  x  100%

                     Jumlah penduduk seluruhnya

  

Kriteria; Makin tinggi nilai angkatan kerja berarti makin banyak angkatan kerja di suatu daerah.

Kegunaan; Untuk mengetahui jumlah angkatan kerja di suatu daerah

  

f. Persentase Bukan Angkatan Kerja ( % BAK )

  

Defenisi; Persentase bukan angkatan kerja terhadap penduduk seluruhnya di suatu daerah.

  

Rumus  :

  

                    Jumlah bukan angkatan kerja

% BAK  =  ----------------------------------------------------  x  100%

                    Jumlah penduduk seluruhnya

  

Kriteria; Makin rendah nilai bukan angkatan kerja berarti makin sedikit bukan angkatan kerja di suatu daerah

Kegunaan; Untuk mengetahui jumlah bukan angkatan kerja di suatu daerah.

  

g. Persentase Penduduk Miskin ( % PM )

  

Defenisi; Persentase penduduk miskin terhadap penduduk seluruhnya di suatu daerah.

   

Rumus  :

  

                     Jumlah penduduk miskin

% PM  =  -----------------------------------------------------  x  100%

                     Jumlah penduduk seluruhnya

  

Kriteria; Makin rendah nilai penduduk miskin berarti makin baik mutu penduduk di suatu daerah.

Kegunaan; Untuk mengetahui jumlah penduduk miskin di suatu daerah.

  

h. Persentase Penduduk menurut Mata Pencaharian ( % PMP )

  

Defenisi; Persentase penduduk dengan mata pencaharian tertentu terhadap penduduk seluruhnya di suatu daerah.

  

Rumus  :

  

                  Jumlah penduduk mata pencaharian tertentu *)

% PMP  =  -------------------------------------------------------------------------- x 100%

                             jumlah penduduk seluruhnya

  

Keterangan  :

*)  pertanian, kehutanan, perburuhan, perikanan, 

    pertambangan, dan penggalian

    industri, perdagangan besar, eceran, rumah makan dan hotel

    dll.

  

Kriteria; Makin tinggi nilai penduduk yang bermata pencarian pertanian menunjukkan daerah tersebut adalah pertanian, dst.

Kegunaan;  Untuk mengetahui mata pencarian penduduk yang utama apakah penduduk yang mata pencariannya pertanian, kehutanan, perburuhan, dst.

  

i. Persentase Penduduk menurut Agama ( % PA )

  

Defenisi; Persentase penduduk agama tertentu terhadap penduduk seluruhnya di suatu daerah.

  

Rumus   :

  

                 Jumlah penduduk agama tertentu *)

% PA  =  ---------------------------------------------------------- x 100 %

                    Jumlah penduduk seluruhnya

  

Keterangan  :

 *) Islam, Protestan, Katolik, Hindu, atau Budha, dll.

  

Kriteria;  Makin tinggi nilai penduduk agama Islam berarti makin banyak penduduk yang beragama Islam di suatu daerah, dst.

Kegunaan;  Untuk mengetahui agama apa yang dianut oleh mayoritas penduduk di suatu daerah.

  

j. Persentase Daerah Tertinggal ( % DT )

  

Defenisi; Perbandingan antara jumlah desa yang termasuk kategori tertinggi dengan jumlah desa seluruhnya.

  

Rumus :

  

          Jumlah desa dengan kategori tertinggi pada daerah tertentu

        % DT=  -------------------------------------------------------------------------------------------- x 100 %

                           Jumlah desa pada daerah tertentu

  

Kriteria : Makin rendah nilainya berarti makin sedikit desa tertinggal atau kondisi daerah makin baik.

Kegunaan : Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu daerah.

  

k. Rasio Puskesmas terhadap Kecamatan (R-P/Kec)

  

Definisi: Perbandingan antara jumlah Puskesmas terhadap jumlah Kecamatan pada daerah tertentu

  

Rumus :

  

    Jumlah Puskesmas

R-P/Kec = ------------------------------------ 

                    Jumlah Kecamatan

  

Kriteria; Makin tinggi nilainya berarti makin banyak jumlah Puskesmas yang ada.

Kegunaan;  Untuk mengetahui pelayanan kesehatan terhadap penduduk di suatu daerah.

  

l. Rasio Rumah Sakit terhadap Kabupaten/Kota  (R-RS/Kab)

  

Defenisi; Perbandingan antara jumlah desa yang termasuk kategori tertinggi dengan jumlah desa seluruhnya.

  

Rumus :

  

        Jumlah Rumah Sakit

R-RS/Kab =  ---------------------------------------- 

                     Jumlah Kabupaten/Kota

  

Kriteria; Makin tinggi nilainya berarti makin banyak jumlah Rumah Sakit yang ada.

Kegunaan;  Untuk mengetahui pelayanan kesehatan terhadap penduduk di suatu daerah.


  

  

http://pakguruonline.pendidikan.net 

Situs ini menampung sumbangan tulisan, berupa makalah, kajian, serta ciloteh para guru.

 Silahkan kirim tulisan  kepada web master 

zulfikri@telkom.net