http://pakguruonline.pendidikan.net

  

 

Daftar Isi

Data dan indukator pendidikan

 

Defenisi, rumus, kriteria dan kegunaan indikator

 

Defenisi, rumus, kriteria dan kegunaan indikator data pendidikan :

 

- Data Pendidikan

 

- Data Mutu

 

TekniK analisis data

 

Implikasi bagi perencanaan

IMPLIKASI

BAGI PERENCANAAN

PENDIDIKAN

 

Hasil analisis indikator baik nonpendidikan maupun pendidikan akan mempunyai implikasi bagi perencanaan, khususnya perencanaan jangka pendek. Analisis indikator akan menemukan masalah pendidikan yang darus dipecahkan melalui perencanaan.

            Implementasi perencanan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan dengan memperhatikan analisis indikator-indikator internal dan eksternal pendidikan dalam kaitannya dengan indikator nonpendidikan serta rumusan masalah. Dampak dari hasil analisis kinerja pendidikan itu seharusnya ditindak lanjuti dalam bentuk penyusunan rencana melalui suatu implementasi perencanaan. Berikut ini merupakan penjelasan ringkas mengenai analisis perencanaan perluasan dan pemerataan, perencanaan peningkatan mutu, perencanaan peningkatan relevansi, serta perencanaan efisiensi pengelolaan pendidikan menurut jenjang pendidikan. 

A.     Analisis Perencanaan untuk Perluasan Pemerataan Pendidikan 

Berdasarkan data dan informasi yang disajikan pada tabel indikator Pemertaan Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 1999/2000 yang meliputi: (1) APK dan APM; (2) APK Jender; (3) Rasio siswa/sekolah, siswa/kelas, siswa/guru; (4) Angka melanjutkan; dan (5) Tingkat pelayanan sekolah terhadap rumusan masalah pendidikan yang berkaitan dengan indikator tersebut. Dengan memperhatikan rumusan masalah tersebut dan melalui analisisindikator, maka dapat disusun suatu perncanaan untuk mengatasi masalah pemertaan untuk masing-masing jenjang pendidikan. Misalnya APK dan APM yang masih sangat rendah, berapa dan seharusnya dapat dicapai sehingga dapat disusun suatu rencana berupa target yang akan dicapai pada tahun mendatang. Jenis kegiatan yang dibutuhkan untuk mendukung pencapaian target tersebut adalah pembangunan ruang kelas baru atau unit gedung baru, pemberian beasiswa, jaring pengaman sosial (JPS) penyuluhan tentang pentingnya pendidikan bagi peningkatan mutu sumber daya manusia. 

B.    Analisis Perencanaan untuk Peningkatan Mutu Pendidikan  

Implementasi perencanaan dalam rangka peningkatan mutu pada setiap jenjang pendidikan berkaitan erat dengan kajian indikator-indikator seperti; (1) NEM rata-rata siswa baru tingkat I dan lulusan; (2) Angka mengulang kelas; (3) Klasifikasi ( guru berkelayakan mengajar); (3) Jurusan Ijazah Guru; (4) Aktifitas guru dalam kegiatan MGMP/MGBS; (5) Kondisi ruang kelas; (6) Ketersediaan sarana dan prasarana; (7) Frekuensi pendaya gunaan sarana; (8) Kelayakan satuan biaya sekolah; dan (9) Rasio buku siswa. Dengan mencermati rumusan masalah berdasarkan analisis indikator tersebut, maka dapat disusun perencanaan untuk mengatasi masalah tersebut. Misalnya NEM yang masih sangat rendah, berupa angka NEM akan dicapai pada tahun-tahun mendatang, dan kegiatan apa yang perlu direncanakan untuk mencapai terget itu. Demikian pula dengan indikator lain seperti kualifikasi guru layak mengajar yang masih rendah. Berapa persen kelayakan mengajar guru yang semestinya mendukung mutu pendidikan, sehingga dapat disususn suatu rencana dalam bentuk kegiatan pokok pendukung untuk mencapai target itu yaitu dengan merencanakan jumlah guru bidang studi yang akan ditatar, jumlah guru yang akan ditingkatkan pendiddikannya, jumlah guru yang dapat disesuaikan antara jurusan ijazah dengan bidang studi yang diajarkan.

C.    Analisis Perencanaan untuk Relevansi Pendidikan 

Relevansi pendidkan dengan dunia usaha senantiasa akan menjadi perhatian pemerintah. Dalam kaitan itu, indikator-indikator yang perlu diperhatikan adalah; (1) adanya kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan kondisi daerah tersebut; (2) penjurusan berdasarkan potensi individu siswa; (3) jenis keahlian/rumpun kejuruan pada SMK; (4) persentase SMK yang melaksanakan pendidikan sistim ganda (PSG) serta jumlah siswa yang terlibat; (5) jumlah lulusan yang dapat diserap disektor ekonomi dan persentase jumlah lulusan yang menganggur dan (6) pasar kerja unggulan yang diminati oleh lulusan. Dengan mencermati rumusan masalah, maka dapat disusun perencanaan untuk mengatasi masalah relevansi pada semua jenjang pendidikan. Misalnya , kurikulum muatan lokal harus disesuaikan dengan kondisi setempat, ketersediaan jenis keahlian/rumpun kejuruan yang ada di sekolah disesuaikan dengan sektor ekonomi yang ada, apakah masih diperlukan jenis keahlian/rumpun lainnya yang dapat mendukung pengembangan usaha didaerah setempat. Demikian halnya dengan jumlah siswa yang melaksanakan PSG masih sangat rendah, maka dapat disusun rencana untuk tahun yang akan datang berapa persen jumlah siswa yang harus dilibatkan dalam PSG dan identifikasi jenis perusahaan yang dapat dilibatkan dalam PSG ini. 

D.     Analisis Perencanaan untuk Efisiensi Pengelolaan Pendidikan 

Pengelolaan pendidikan yang lebih efisien menjadi salah satu prioritas pemerintah. Oleh karena itu, beberapa indikator yang mencerminkan pengelolaan pendidikan pada semua jenjang pendidikan yang efisien harus diperhatikan antara lain ; (1) efesiensi sekolah yang meliputi angka mengulang, angka putus sekolah, angka lulusan, lama belajar, tahun siswa terbuang, tahun masuk per lulusan, dan rasio masukan-keluaran (2) kelayakan biaya satuan yang diukur dengan rupiah/siswa dan tingkat pemborosan. 

Dengan memperhatikan analisis kinerja masing-masing indikator pendidikan dan rumusan masalah, maka dapat disusun perencanaan untuk mengatasi masalah yang ada. Misalnya angka putus sekolah yang masih tinggi, maka harus direncanakan bagaimana dan berapa persen angka putus sekolah tersebut harus dicapai. Kegiatan yang direncanakan untuk mendukung target tersebut adalah pemberian beasiswa kepada siswa yang mampu tetapi ekonomi keluarga tidak mendukung atau pemberian jaring pengaman sosial (JPS) bagi siswa yang tidak mampu sehingga tidak akan terjadi putus sekolah. Alternatif lain adalah merencanakan untuk menjaring siswa yang putus sekolah untuk dapat mengikuti pendidikan luar sekolah melalui kelompok belajar (Kejar Paket A dan B) sehingga tidak terjadi pemborosan.

 

 


 

  

 http://pakguruonline.pendidikan.net

Situs ini menampung sumbangan tulisan, berupa makalah, kajian, serta ciloteh para guru.

 Silahkan kirim tulisan  kepada web master 

zfikri@telkom.net