Potensi
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
Peningkatan Mutu Pembelajaran di Kelas
Oleh: Prof. Dr. H. Mohamad Surya*
Perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) telah
memberikan pengaruh terhadap dunia
pendidikan khususnya dalam proses
pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001),
dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima
pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
(1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari
ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3)
dari kertas ke "on line" atau
saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas
jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke
waktu nyata. Komunikasi sebagai media
pendidikan dilakukan dengan menggunakan
media-media komunikasi seperti telepon,
komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi
antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan
melalui hubungan tatap muka tetapi juga
dilakukan dengan menggunakan media-media
tersebut.
Guru dapat memberikan layanan tanpa harus
berhadapan langsung dengan siswa. Demikian
pula siswa dapat memperoleh informasi dalam
lingkup yang luas dari berbagai sumber
melalui cyber space atau ruang maya dengan
menggunakan komputer atau internet. Hal yang
paling mutakhir adalah berkembangnya apa
yang disebut "cyber teaching" atau
pengajaran maya, yaitu proses pengajaran
yang dilakukan dengan menggunakan internet.
Istilah lain yang makin poluper saat ini
ialah e-learning yaitu satu model
pembelajaran dengan menggunakan media
teknologi komunikasi dan informasi khususnya
internet.
Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning
merupakan satu penggunaan teknologi internet
dalam penyampaian pembelajaran dalam
jangkauan luas yang belandaskan tiga
kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan
jaringan dengan kemampuan untuk
memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan
membagi materi ajar atau informasi, (2)
pengiriman sampai ke pengguna terakhir
melalui komputer dengan menggunakan
teknologi internet yang standar, (3)
memfokuskan pada pandangan yang paling luas
tentang pembelajaran di balik paradigma
pembelajaran tradisional. Saat ini
e-learning telah berkembang dalam berbagai
model pembelajaran yang berbasis TIK seperti:
CBT (Computer Based Training), CBI (Computer
Based Instruction)
, Distance Learning, Distance Education, CLE
(Cybernetic Learning Environment)
, Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated
Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted
Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based
Training), dsb.
Sumber
: http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/message/2679
Gempa
Lagi, Sekolah Kembali ke Tenda
Karena gempa, yang kembali terjadi
dengan kekuatan sampai 3,8 Skala Richter
(SR), Senin (12/3), Pemko Padangpanjang
akhirnya terpaksa mengalihkan kegiatan
sekolah SD, SMTP dan SMTA ke tenda-tenda
mulai Selasa (13/3). Tapi kebutuhan tenda
baru terpenuhi 80 persen untuk sekolah
negeri, sekolah swasta belum.
|
Persentase
kehadiran siswa mengikuti Proses Belajar
Mengajar (PBM) Selasa, menurut Kepala Dinas
Pendidikan Kota Padangpanjang M Zaim, untuk
SMTP dan SMTA rata-rata di atas 85 persen.
Kecuali pada SD yang baru sekitar 50 persen,
diduga sebagian murid SD masih trauma dengan
gempa.
Kebutuhan tenda pada sekolah swasta yang
juga banyak di kota itu belum satupun
permintaannya terpenuhi. Sebab untuk sekolah
negeri saja masih kurang sekitar 50 buah
lagi atau 20 persen. Karena itu kebutuhan
tenda termasuk untuk sekolah swasta lebih
100 unit lagi. Sementara proses PBM pada
kemarin berjalan aman sampai jam pelajaran
habis. Ini karena gempa relatif kuat tidak
terjadi dari pagi hingga jam pelajaran usai
zuhurnya.
Beda dengan Senin (12/3), awal sekolah
dimulai setelah terpaksa diliburkan oleh
Wali Kota Suir Syam menyusul gempa kuat 6,2
SR Selasa (6/3), proses PBM jadi buyar
karena gempa 3.8 SR mengguncang kota pelajar
pada pukul 10.09 WIB. Sebelumnya menjelang
shubuh terjadi gempa 3,1 SR.
Butuh Perlengkapan Sekolah
Pasca-gempa, aktivitas belajar mengajar
mulai dilakukan. Namun kondisi siswa yang
belajar di tenda-tenda pengungsian masih
memprihatinkan. Dengan hanya menggunakan
tenda terpal plastik siswa ini belajar harus
bergabung dengan siswa dengan kelas lain.
Bahkan, banyak siswa tersekolah belajar
dengan peralatan sekolah yang minim, mulai
dari sarana penunjang buku untuk belajar.
Terlebih lagi, tidak adanya bantuan seragam
sekolah bagi anak-anak di tenda pengungsian
tersebut menyebabkan siswa tersebut belajar
tanpa seragam.
Dari pantauan koran ini di SD 06 Aie Angek
Kecamatan X Koto Kabupaten Tanahdatar yang
mengalami kerusakan yang cukup berat.
Sekolah ini memulai aktivitas belajar sejak
Senin (12/3). Dari 133 siswa yang belajar di
sekolah ini hanya 80 persen siswanya yang
mengikuti pelajaran pada hari kedua, kemarin.
Kepala Sekolah SD 06 Aie Angek, Ernawati
mengungkapkan saat ini siswa belajar
seadanya. Bagi siswa yang tidak memiliki
seragam sekolah tetap diperbolehkan
mengikuti pelajaran. ”Saat ini dalam
kondisi darurat. Sehingga kita memaklumi hal
ini. Namun kita tetap mengharapkan bantuan
peralatan sekolah bagi anak-anak ini. Kita
bersyukur telah dibantu untuk tenda sekolah,”
ujar Ernawati.
Di SD 06 Padangkudo Nagari Batagak di
Kecamatan Sungaipua Agam, juga mengalami
kerusakan berat. Bahkan tak ada satupun dari
ruang kelas tersebut yang masih tampak
berdiri. Untuk sementara waktu 160 siswa
yang belajar di sekolah ini dipindahkan ke
Pesantren Ainul Yakin. Karena pesantren ini
tidak mengalami kerusakan dan banyak ruang
kelas yang tidak terpakai.
|
Mutiara
Hikmah :
Adi
bin Umairah r.a. berkata,
"Nabi saw, bersabda,
Allah tidak menjatuhkan
azab kepada masyarakat
secara keseluruhan karena
perbuatan orang-orang
tertentu, sehingga mereka
melihat kemungkaran itu di
depan mereka dan mereka
mampu mencegahnya, Kalau
sudah begitu, Allah akan
menyiksa masyarakat itu
secara umum (keseluruhan)
bersama orang-orang
tertentu tadi" (HR.
Imam Ahmad) |
|
|
|
|
Koleksi
foto-foto kerusakan sekolah di
beberapa daerah di Sumatera Barat
akibat gempa bumi tanggal 6 Maret 2007
klik
disini
Rincian
Kerusakan sekolah di
beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat
akibat gempa bumi tanggal 6 Maret 2007
Dalam angka klik
disini
Gempa
Sumbar
77 Orang
Dirawat di 2 RS Solok
Yonda
Sisko - detikcom
Solok
- Gempa Sumatera Barat (Sumbar)
yang berpusat di Tanah Datar
mengakibatkan kerusakan parah di kota
dan kabupaten Solok. Hingga kini
jumlah korban tewas masih didata.
Sementara itu, 77 orang dirawat di dua
RS di Solok.
Berdasarkan data yang dihimpun detikcom
dari Posko Gempa di Lapangan Merdeka,
Jl. Proklamasi, Solok, Selasa
(6/3/2007), hingga pukul 18.00 WIB,
korban luka sebanyak 77 orang. 55
Korban dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU)
Solok dan 37 orang dirawat di RS
Tentara (RST) Solok.
Sementara data korban tewas masih
terus didata. Namun, hingga pukul
18.00 WIB, korban tewas di Solok
tercatat 15 orang. Kemungkinan korban
tewas masih terus bertambah. Sementara
korban tewas se-Sumbar berjumlah 70
orang.
Pemerintah Kabupaten dan Kota Solok
belum bisa menyimpulkan berapa jumlah
bangunan yang ambruk dan total
kerugian akibat gempa. Namun,
berdasarkan pantauan detikcom
di sepanjang jalan Raya Koto Baru
Solok, sedikitnya puluhan rumah warga
dan ruko ambruk, serta ratusan
bangunan lainnya mengalami keretakan
dengan tingkat keparahan bervariasi.(yon/asy)
Baca juga:
|
|
Untuk berlangganan softcopy e-Newsletter Dinas Pendidikan Prop.
Sumatera Barat, silahkan dikirimkan e-mail anda, dengan mengetikannya di kotak
berikut kemudian klik logo "Yahoo!" disampingnya.
Selanjutnya
balas (reply) konfirmasi yang dikirimkan secara otomatis ke e-mail anda
|
|
|
|
|
|
Pra-UN
Diundur
Pelaksanaan pra Ujian Nasional (UN) yang
dijadwalkan 15 hingga 17 Maret mendatang
diundur menjadi 22 hingga 24 Maret. Pasalnya
beberapa daerah menyatakan ketidaksiapannya
dalam menghadapi ujian. Terutama di daerah
Padangpanjang, Kabupaten Solok, Kota Solok
dan Agam.
”Kita akan mengundur pelaksanaan pra UN.
Kita memaklumi kondisi siswa yang masih
panik akibat gempa.
Beberapa daerah menyatakan belum siap
menghadapi ujian dengan kondisi seperti ini,”
ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Rahmat
Syahni kepada koran ini, kemarin.
Menurut Rahmat pengunduran ini terkait
dengan banyaknya gedung sekolah yang rusak,
sehingga tidak memungkinkan siswa belajar di
kelas tersebut. Terlebih lagi, rasa trauma
akibat gempa juga banyak dialami siswa. Hal
ini berpengaruh terhadap konsentrasi siswa
dalam menghadapi ujian nantinya.
Rahmat mengharapkan pemuka agama, lembaga
psikolog dan lembaga lainnya dapat membantu
memberikan penyuluhan untuk menghilangkan
trauma kepada siswa ini. Sebab, tenggang
waktu UN tanggal 17 April mendatang
merupakan waktu yang lama. Sehingga
dibutuhkan kerja ekstra untuk membantu siswa
tersebut dapat berkosentrasi.
Sumber
: Padang Ekpress
|
|