e-Newsletter 

Dinas Pendidikan Prop. Sumbar

Edisi No : 01 / 21 Maret 2007
http://pakguruonline.pendidikan.net/e_newsletter.html

Potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Kelas

Oleh: Prof. Dr. H. Mohamad Surya*

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke "on line" atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut.

Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut "cyber teaching" atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.

Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction) , Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment) , Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dsb.
 
Sumber : http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/message/2679

Gempa Lagi, Sekolah Kembali ke Tenda
 
Karena gempa, yang kembali terjadi dengan kekuatan sampai 3,8 Skala Richter (SR), Senin (12/3), Pemko Padangpanjang akhirnya terpaksa mengalihkan kegiatan sekolah SD, SMTP dan SMTA ke tenda-tenda mulai Selasa (13/3). Tapi kebutuhan tenda baru terpenuhi 80 persen untuk sekolah negeri, sekolah swasta belum.

Persentase kehadiran siswa mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) Selasa, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang M Zaim, untuk SMTP dan SMTA rata-rata di atas 85 persen. Kecuali pada SD yang baru sekitar 50 persen, diduga sebagian murid SD masih trauma dengan gempa.

Kebutuhan tenda pada sekolah swasta yang juga banyak di kota itu belum satupun permintaannya terpenuhi. Sebab untuk sekolah negeri saja masih kurang sekitar 50 buah lagi atau 20 persen. Karena itu kebutuhan tenda termasuk untuk sekolah swasta lebih 100 unit lagi. Sementara proses PBM pada kemarin berjalan aman sampai jam pelajaran habis. Ini karena gempa relatif kuat tidak terjadi dari pagi hingga jam pelajaran usai zuhurnya.

Beda dengan Senin (12/3), awal sekolah dimulai setelah terpaksa diliburkan oleh Wali Kota Suir Syam menyusul gempa kuat 6,2 SR Selasa (6/3), proses PBM jadi buyar karena gempa 3.8 SR mengguncang kota pelajar pada pukul 10.09 WIB. Sebelumnya menjelang shubuh terjadi gempa 3,1 SR.

Butuh Perlengkapan Sekolah

Pasca-gempa, aktivitas belajar mengajar mulai dilakukan. Namun kondisi siswa yang belajar di tenda-tenda pengungsian masih memprihatinkan. Dengan hanya menggunakan tenda terpal plastik siswa ini belajar harus bergabung dengan siswa dengan kelas lain. Bahkan, banyak siswa tersekolah belajar dengan peralatan sekolah yang minim, mulai dari sarana penunjang buku untuk belajar. Terlebih lagi, tidak adanya bantuan seragam sekolah bagi anak-anak di tenda pengungsian tersebut menyebabkan siswa tersebut belajar tanpa seragam.

Dari pantauan koran ini di SD 06 Aie Angek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanahdatar yang mengalami kerusakan yang cukup berat. Sekolah ini memulai aktivitas belajar sejak Senin (12/3). Dari 133 siswa yang belajar di sekolah ini hanya 80 persen siswanya yang mengikuti pelajaran pada hari kedua, kemarin.

Kepala Sekolah SD 06 Aie Angek, Ernawati mengungkapkan saat ini siswa belajar seadanya. Bagi siswa yang tidak memiliki seragam sekolah tetap diperbolehkan mengikuti pelajaran. ”Saat ini dalam kondisi darurat. Sehingga kita memaklumi hal ini. Namun kita tetap mengharapkan bantuan peralatan sekolah bagi anak-anak ini. Kita bersyukur telah dibantu untuk tenda sekolah,” ujar Ernawati.

Di SD 06 Padangkudo Nagari Batagak di Kecamatan Sungaipua Agam, juga mengalami kerusakan berat. Bahkan tak ada satupun dari ruang kelas tersebut yang masih tampak berdiri. Untuk sementara waktu 160 siswa yang belajar di sekolah ini dipindahkan ke Pesantren Ainul Yakin. Karena pesantren ini tidak mengalami kerusakan dan banyak ruang kelas yang tidak terpakai.
 

Mutiara Hikmah :

Adi bin Umairah r.a. berkata, "Nabi saw, bersabda, Allah tidak menjatuhkan azab kepada masyarakat secara keseluruhan karena perbuatan orang-orang tertentu, sehingga mereka melihat kemungkaran itu di depan mereka dan mereka mampu mencegahnya, Kalau sudah begitu, Allah akan menyiksa masyarakat itu secara umum (keseluruhan) bersama orang-orang tertentu tadi" (HR. Imam Ahmad)


Koleksi foto-foto kerusakan sekolah di beberapa daerah di Sumatera Barat akibat gempa bumi tanggal 6 Maret 2007 klik disini

  

Rincian Kerusakan sekolah di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat akibat gempa bumi tanggal 6 Maret 2007 Dalam angka klik disini


Gempa Sumbar
77 Orang Dirawat di 2 RS Solok
Yonda Sisko - detikcom

Solok - Gempa Sumatera Barat (Sumbar) yang berpusat di Tanah Datar mengakibatkan kerusakan parah di kota dan kabupaten Solok. Hingga kini jumlah korban tewas masih didata. Sementara itu, 77 orang dirawat di dua RS di Solok.

Berdasarkan data yang dihimpun detikcom dari Posko Gempa di Lapangan Merdeka, Jl. Proklamasi, Solok, Selasa (6/3/2007), hingga pukul 18.00 WIB, korban luka sebanyak 77 orang. 55 Korban dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Solok dan 37 orang dirawat di RS Tentara (RST) Solok.

  
Sementara data korban tewas masih terus didata. Namun, hingga pukul 18.00 WIB, korban tewas di Solok tercatat 15 orang. Kemungkinan korban tewas masih terus bertambah. Sementara korban tewas se-Sumbar berjumlah 70 orang.

   
Pemerintah Kabupaten dan Kota Solok belum bisa menyimpulkan berapa jumlah bangunan yang ambruk dan total kerugian akibat gempa. Namun, berdasarkan pantauan detikcom di sepanjang jalan Raya Koto Baru Solok, sedikitnya puluhan rumah warga dan ruko ambruk, serta ratusan bangunan lainnya mengalami keretakan dengan tingkat keparahan bervariasi.(yon/asy)
 
Baca juga:

Untuk berlangganan softcopy e-Newsletter Dinas Pendidikan Prop. Sumatera Barat, silahkan dikirimkan e-mail anda, dengan mengetikannya di kotak berikut kemudian klik logo "Yahoo!" disampingnya.

Selanjutnya balas (reply) konfirmasi yang dikirimkan secara otomatis ke e-mail anda 

Pra-UN Diundur

Pelaksanaan pra Ujian Nasional (UN) yang dijadwalkan 15 hingga 17 Maret mendatang diundur menjadi 22 hingga 24 Maret. Pasalnya beberapa daerah menyatakan ketidaksiapannya dalam menghadapi ujian. Terutama di daerah Padangpanjang, Kabupaten Solok, Kota Solok dan Agam. 

”Kita akan mengundur pelaksanaan pra UN. Kita memaklumi kondisi siswa yang masih panik akibat gempa. Beberapa daerah menyatakan belum siap menghadapi ujian dengan kondisi seperti ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Rahmat Syahni kepada koran ini, kemarin.

Menurut Rahmat pengunduran ini terkait dengan banyaknya gedung sekolah yang rusak, sehingga tidak memungkinkan siswa belajar di kelas tersebut. Terlebih lagi, rasa trauma akibat gempa juga banyak dialami siswa. Hal ini berpengaruh terhadap konsentrasi siswa dalam menghadapi ujian nantinya.  

Rahmat mengharapkan pemuka agama, lembaga psikolog dan lembaga lainnya dapat membantu memberikan penyuluhan untuk menghilangkan trauma kepada siswa ini. Sebab, tenggang waktu UN tanggal 17 April mendatang merupakan waktu yang lama. Sehingga dibutuhkan kerja ekstra untuk membantu siswa tersebut dapat berkosentrasi.

Sumber : Padang Ekpress

  
Alamat Redaksi :
Kehumasan, Informasi dan Dokumentasi Dinas Pendidikan Propinsi Sumatara Barat

Jl. Jend. Sudirman No. 52 Padang, Sumatera Barat, Indonesia.

  
e-Mail :  
redaksi.enewsletter@gmail.com