2.1. Meningkatkan kualitas guru
2.4. Globalisasi dan tuntutan peningkatan kualitas guru
2.5. Meningkatkan kualitas guru dalam proses belajar mengajar
2.6. Mempersiapkan gurru masa depan
2.4.
Globalisasi dan Tuntutan Peningkatan Kualitas
Guru
Globalisasi
merupakan suatu keniscayaan bagi semua bangsa. Bangsa Indonesia sudah mulai
merasakan bagaimana manis dan pahitnya terbawa arus globalisasi. Gerakan
reformasi yang berhasil menumbangkan rezim Soeharto tidak lepas dari berkah
reformasi. Sebaliknya, merebaknya kejahatan dan pornografi, misalnya, tidak
dapat dilepaskan dari rasa pahit globalisasi. Globalisasi akan membawa perubahan
yang mencakup hampir semua aspek kehidupan, termasuk bidang teknologi, ekonomi
dan sosial politik.
A.
Kecenderungan perkembangan teknologi
Perkembangan
teknologi pada akhir abad XX ini berlangsung sangat cepat, terutama bertumpu
pada tiga bidang: bio-teknologi, material science atau teknologi
bahan dan teknologi Elektronika dan Komputer. Perkembangan bio-teknologi telah
mempengaruhi berbagai jenis produk, seperti bidang kesehatan dan obat-obatan dan
bahan makan. Temuan-temuan bio-teknologi akan menghasilkan berbagai produk
sinthesis. Di bidang ilmu bahan, telah memungkinkan diciptakannya berbagai bahan
konstruksi yang tidak perlu merusak lingkungan, karena bukan barang tambang.
Temuan yang akan memiliki dampak tidak kalah pentingnya adalah di bidang
elektronika. Temuan di bidang ini melahirkan berbagai produk teknologi
komunikasi, robot, dan laser.
Kemajuan
di bidang teknologi komunikasi memungkinkan transaksi business lewat kaca
komputer, sedangkan pengembangan robot memungkinkan lahirnya tenaga kerja robot
untuk dunia industri. Kecermatan dan disiplin kerja robot sudah barang tentu
akan melebihi kemampuan tenaga kerja manusia. Perkembangan bidang komputer telah
memungkinkan dimanfaatkan dalam berbagai produk, seperti pilot automatics
pada pesawat terbang, menjadikan rancang bangun produk semakin cepat dan cermat,
memudahkan pelayanan jasa transportasi dan berbankan. Temuan-temuan di produk
laser menghasilkan kemajuan di bidang ilmu
kedokteran. Berbagai operasi akan dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan sinar
laser. Perkembangan laser juga merupakan fondasi untuk perkembangan teknologi
komunikasi lebih lanjut.
Temuan-temuan
bidang teknologi akan terus berkembang karena adanya sifat saling mengkait
antara temuan satu dengan temuan yang lain. Temuan di bidang bio-teknologi
dikombinasikan dengan bidang material science akan mampu menghasilkan
"bahan yang canggih". Bahan ini dikembangkan pada level "moleculer".
Hasilnya, produk bahan baru ini
akan lebih ringan, lebih kecil, lebih kuat dan lebih fleksibel, sehingga dapat
digunakan sebagaimana yang diinginkan. Kombinasi ternuan bio-teknologi dan material
science juga akan mempercepat perkembangan bidang komputer, dengan
diketemukannya, produk sumber padat energi tinggi. Produksi-produksi elektronika
memerlukan energi. Tanpa diketemukan produk sumber energi, pekembangan produk
elekttronika akan terhambat. Sebaliknya, ternuan produk sumber energi yang lebih
padat dan lebih tinggi kekuatannya, maka perkembangan produksi elektronika akan
semakin meningkat. Temuan chip komputer akan memungkinkan seseorang membawa
komputer dalam saku bajunya. Komputer tersebut sangat interaktif dan wireless.
Multi fungsi terdapat dalam komputer, sebagai alat telepon, fax dan penyimpan
data. Di samping itu, perkembangan industri komputer akan melahirkan "Edutainment",
yakni pendidikan yang menjadi hiburan dan hiburan yang merupakan pendidikan.
Dengan "Edutainment" proses pendidikan akan semakin menarik dan
menghasilkan lulusan yang semakin berkualitas.
B.
Kecenderungan perkembangan bidang ekonomi.
Keberhasilan
revolusi di bidang pertanian pada akhir abad XX telah mengurangi ketergantungan
bangsa-bangsa Asia akan bahan makan dari luar negeri dan bahkan pada awal abad
XXI ketergantungan tersebut akan dapat dihilangkan sama sekali. Sudah barang
tentu hai ini akan meningkatkan kemampuan ekonomi nasional, khususnya neraca
pembayaran.
Seiring
dengan proses revolusi hijau, bangsa-bangsa di Asia, khususnya Asia Timur dan
Asia Tenggara telah memulai proses industrialisasi. Di penghujung abad XX dan
memasuki abad XXI, bangsa-bangsa di Asia sedang mempercepat revolusi industri
dalam jangka waktu 50 tahun yang di negaranegara Barat revolusi ini berlangsung
selama 200 tahun. Pada awal abad XXI enam dari sepuluh besar negara-negara
dengan GDP tertinggi akan diduduki oleh negara-negara di Asia: China, Jepang,
India, Indonesia, Korea Selatan, dan Thailand. Pertumbuhan pesat yang mungkin
dapat disebutsebagai keajaiban ataupun keanehan, disebabkan oleh; a) kemampuan
dalam mengelola sumber daya manusia, b) kerja keras penduduknya, baik dari
kalangan buruh, pengusaha, ataupun pejabat pemerintah, c) orientasi achievement
ekonomi di kalangan politikus, dan, d) kemampuan memobilisasi investasi. Pada
tahun-tahun mendatang, pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asia akan
berlangsung sekitar 6 sampai dengan 10 persen per tahun, sebaliknya
negara-negara lain hanya mampu tumbuh rata-rata sekitar 2 persen. Kecenderungan
pertumbuhan ini merupakan daya tarik bagi para penanam modal asing. Sifat
spiralitas akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia tersebut di
atas akan semakin tinggi.
Perkembangan
bidang bio-teknologi akan berdampak pada bidang ekonomi. Kemajuan teknologi akan
meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi
industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang
berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas
dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri
akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul
teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak
langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan
selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu
pergi ke toko. Namun, di sisi lain kemajuan di bidang teknologi menyebabkan juga
dunia industri tidak memerlukan tenaga kerja sebanyak pada masa sebelumnya.
Hasilnya, penyerapan tenaga kerja tidak sebagaimana yang diharapkan.
Kecenderungan
perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja
dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat.
Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga
kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan
tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
C.
Kecenderungan perkembangan bidang sosial politik
Kemajuan
di bidang teknologi yang diiringi dengan kemajuan di bidang ekonomi memiliki
dampak sosio-politik dan kultural masyarakat. Kemajuan teknologi di bidang
kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi
komoditi, dan akan menyebabkan perubahan besar di bidang demografi.
Angkatan
kerja muda di Indonesia dan di negara-negara Asia pada urnumnya mendominasi
bagian penduduk. Mereka menguasai pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu
mengoperasikan teknologi yang modern. Hal ini merupakan hasil dari keberhasilan
di bidang pendidikan yang dapat memberikan kesempatan penduduk usia sekolah
untuk mengikuti pendidikan formal. Angka partisipasi pendidikan di kawasan Asia
sangat tinggi. Di bidang kesehatan kemajuan yang dicapai tidak kalah dengan
bidang pendidikan. Perluasan fasilitas kesehatan sudah sampai pelosok desa,
sehingga tingkat kesehatan penduduk meningkat, di samping angka
pertumbuhan penduduk dan kematian bayi dan anak merosot tajam. Dibandingkan
dengan negara-negara Asia lain, angka kematian bayi di Indonesia masih cukup
tinggi. Tetapi, diramalkan pada awal abad XXI angka tersebut turun dengan
drastis. Dengan nutrisi dan kesehatan yang semakin baik, tenaga kerja Indonesia
akan semakin mampu bersaing di pasar internasional, mampu memanfaatkan sistem
ekonomi dan politik modern, dan menjadi tentara yang mampu mengoperasionalkan
persenjataan canggih.
Stabilitas
politik telah dinikmati oleh sebagian besar negara-negara Asia, khususnya di
Asia Timur dan Tenggara, dan lebih khusus lagi di Indonesia. Sistem pemerintahan
di negara-negara sering disebut "soft authoritarian", di
mana hak-hak asasi, perumahan, makan, kesehatan, pendidikan, kesempatan kerja
dan jaminan keselamatan dapat dipenuhi, tetapi kebebasan politik dibatasi.
Memang, beberapa negara di Asia masih melaksanakan pemerintahan yang bersifat
otoriter, seperti Myanmar.
Pertumbuhan
teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah
baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda
dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah
baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan
berpendapat yang lebih besar.
Perubahan
politik di negara-negara Asia, ditunjukkan oleh adanya proses regenerasi
kepemimpinan. Kepemimpinan generasi pertama negara-negara Asia modern, seperti
Sukarno dan Nehru, sudah diganti dengan generasi kedua atau bahkan generasi
ketiga. Seperti di Jepang dari generasi Yoshida, sudah diganti dengan generasi
kedua, Kiichi Miyazawa dan generasi ketiga Ryutaro Hashimoto. Demikian pula,
Korea Selatan, dari generasi pertama, Syngman Rhee telah diganti genersi kedua,
Chun Doo Hwan dan diganti generasi ketiga
Kim Yung Sam. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan
berdampak dalam gaya dan substtansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan
persamaan semakin kental.
Di
bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya
regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan
kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi
transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu
akan terujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan
melahirkan kekuatan ekonomi baru.
D.
Kecenderungan perkembangan bidang kultural
Secara
umum, abad XXI akan ditandai dengan munculnya kekuatan ras dan budaya baru.
Bangsa-bangsa Asia tidak lagi sebagai warga yang harus taat pada hukum
internasional Barat yang didominasi oleh tradisi Judeo-Christian, tetapi mereka
juga menuntut untuk ikut menyusun hukum itu, yang dijiwai oleh Hindu, Budha,
confusianisme dan Islam. Kedua tradisi tersebut, Barat dan Asia, di samping
persamaan juga memiliki perbedaan yang tajam. Tradisi Barat lebih bersifat logis
dan analitis, sedangkan tradisi Asia lebih bersifat intuitif dan seringkali
emosional. Tradisi Barat menekankan hak-hak, sedangkan tradisi Asia lebih
menekankan kewajiban. Tradisi
Barat
lebih menekankan pada individu, di Asia menekankan masyarakat. Di Barat
keputusan diambil dengan voting, di Asia dengan musyawarah.
Kemajuan
ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan
kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri
sebagai suatu bangsa akan
semakin kokoh.
Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
Kekuatan
baru negara-negara Asia akan mematahkan dominasi Barat di dunia intemasional.
Malahan John Naisbitt dalam MegaTrend Asia, meramalkan perkembangan yang terjadi
di negara-negara Asia merupakan perkembangan yang penting di dunia. Dampaknya
tidak saja bagi bangsa Asia, tetapi juga bagi seluruh penghuni planet ini.
Proses modernisasi yang berlangsung di Asia akan mempengaruhi perkembangan dunia
pada abad XXI.
Perkembangan
yang cepat di bidang teknologi, diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak
kalah cepatnya akan berdampak pada aspek kultural dan nilai-nilai suatu bangsa.
Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi
globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Namun, di sisi lain, kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga
melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros
dan memiliki jalan pintas yang bermental "instant". Dengan kata
lain, kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi, khususnya pada
dua dasawarsa terakhir ini, telah mengakibatkan kemerosotan moral di kalangan
warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan
ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan
material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi "kaya dalam
materi tetapi rmskin dalam rohani".
Di
dunia pendidikan, globalisasi akan mendatangkan kemajuan yang sangat cepat,
yakni munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan
pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber
ilmu pengetahuan. Hasilnya, para siswa bisa menguasai pengetahuan yang belum
dikuasai oleh guru. Oleh karena itu, tidak mengherankan pada era globalisasi ini,
wibawa guru khususnya dan orang tua pada umumnya di mata siswa merosot.
Kemerosotan wibawa orang tua dan guru dikombinasikan dengan semakin lemahnya
kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan
tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan
penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama,
kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat
dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu
lintas sampai tindak kejahatan.
Di
sisi lain, pengaruh-pengaruh pendidikan yang mengembangkan kemampuan untuk
mengendalikan diri, kesabaran, rasa tanggung jawab, solidaritas sosial,
memelihara lingkungan baik sosial maupun fisik, hormat kepada orang tua, dan
rasa keberagamaan yang dijudkan dalam kehidupan bermasyarakat, justru semakin
melemah. Para pendidik, khususnya para guru, lebih khusus lagi para pendidik dan
guru yang berkecimpung pada sekolah keagamaan atau sekolah yang dikelola oleh
Organisasi Keagamaan, harus mengambil perhatian masalah ini dan mencari
cara-cara pemecahannya.
halaman berikut : 2.5. Meningkatkan kualitas guru dalam proses belajar mengajar