2.1. Meningkatkan kualitas guru
2.4. Globalisasi dan tuntutan peningkatan kualitas guru
2.5. Meningkatkan kualitas guru dalam proses belajar mengajar
2.6. Mempersiapkan gurru masa depan
2.5.
Meningkatkan Kualitas Guru dalam Proses Belajar
Mengajar
A.
Tantangan dunia pendidikan
Proses globalisasi merupakan keharusan sejarah yang tidak mungkin dihindari, dengan segala berkah dan mudhoratnya. Bangsa dan negara akan dapat memasuki era globalisasi dengan tegar apabila memiliki pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan, terutama ditentukan oleh proses belajar mengajar yang berlangsung di ruang-ruang kelas. Dalam proses belajar mengajar tersebut guru memegang peran yang penting. Guru adalah kreator proses belajar mengajar. la adalah orang yang akan mengembangkan suasana bebas bagi siswa untuk mengkaji apa yang menarik minatnya, mengekspresikan ide-ide dan kreativitasnya dalam batas-batas norma-norma yang ditegakkan secara konsisten. Sekaligus guru akan berperan sebagai model bagi anak didik. Kebesaran jiwa, wawasan dan pengetahuan guru atas perkembaagan masyarakatnya akan mengantarkan para siswa untuk dapat berpikir melewati batas-batas kekinian, berpikir untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Tugas
utama guru adalah mengembangkan potensi siswa secara maksimal lewat penyajian
mata pelajaran. Setiap mata pelajaran, dibalik materi yang dapat disajikan
secara jelas, memiliki nilai dan
karakteristik tertentu yang mendasari materi itu sendiri. Oleh karena itu, pada
hakekatnya setiap guru dalam menyampaikan suatu mata pelajaran harus menyadari
sepenuhnya bahwa seiring menyampaikan materi pelajaran, ia harus pula
mengembangkan watak dan sifat yang mendasari dalam mata pelajaran itu sendiri.
Materi
pelajaran dan aplikasi nitai-nilai terkandung dalam mata pelajaran tersebut
senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakatnya. Agar guru
senantiasa dapat menyesuaikan dan mengarahkan perkembangan, maka guru harus
memperbaharui dan meningkatkan ilmu pengetahuan yang dipelajari secara terus
menerus. Dengan kata lain, diperlukan adanya pembinaan yang sistematis dan
terencana bagi para guru.
B.
Karakteristik kerja guru
Semua
di antara kita sudah sangat akrab dengan guru, baik sering berhubungan,
membawahi ataupun jadi guru sendiri. Tetapi, berapa banyak di antara kita yang
pernah merenungkan sesungguhnya bagaimana kerja guru itu? Pemahaman akan hakekat
kerja guru ini sangat penting sebagai landasan dalam mengembangkan program
pembinaan dan pengembangan guru. Kalau
direnungkan secara mendalam, maka kita akan dapat menemukan beberapa
karakteristik kerja guru, antara lain:
Pekerjaan
guru adalah pekerjoan yang bersifat individualistis non colaboratif.
Pekerjaan
guru adalah pekerjaan yang dilakukan dalam ruang yang terisolir dan menyerap
seluruh waktu.
Pekerjaan
guru adalah pekerjaan yang kemungkinan terjadinya kontak akademis antar guru
rendah.
Pekerjaan
guru tidak pernah mendapatkan umpan balik.
Pekerjaan guru memerlukan waktu untuk mendukung waktu kerja di ruang kelas.
Marilah
kita bicarakan satu persatu karakteristik guru di atas. Karakteristik pertama,
pekerjaan guru bersifat individualistis non colaboratif, memiliki arti bahwa
guru dalam melaksanakan tugas-tugas pengajarannya memiliki tanggung jawab secara
individual, tidak mungkin dikaitkan dengan tanggung jawab orang lain. Pekerjaan
guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dari waktu ke waktu dihadapkan
pada pengambilan keputusan dan melakukan tindakan. Dalam pengambilan keputusan
dan tindakan itu harus dilaksanakan oleh guru secara mandiri. Sebagai contoh, di
tengah proses belajar mengajar berlangsung terdapat siswa yang tertidur sehingga
siswa yang lain berisik. Guru harus mengambil keputusan dan menentukan tindakan
saat itu, dan
tidak
mungkin meminta pertimbangan teman guru yang lain. Oleh karena itulah, wawasan
dan kecermatan sangat penting bagi seorang guru.
Karakteristik
kedua, pekerjaan guru adalah
pekerjaan yang dilakukan dalam ruang yang terisolir dan menyerap seluruh waktu.
Hal ini sudah diketahui bersama, bahwa hampir seluruh waktu guru dihabiskan di
ruang-ruang kelas bersama para siswanya. Implikasi dari hal ini adalah bahwa
keberhasilan kerja guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi
juga oleh motivasi dan dedikasi guru
untuk terus dapat hidup dan menghidupkan suasana kelas.
Karakteristik
ketiga, pekerjaan guru adalah pekerjaan yang kemungkinan terjadinya kontak
akademis antar guru rendah. Bisa dicermati, setiap hari berapa lama guru bisa
berinteraksi dengan sejawat guru. Dalam interaksi ini apa yang paling banyak
dibicarakan. Banyak bukti menunjukkan bahwa interaksi akademik antar guru sangat
rendah. Kalau dokfer ketemu dokter yang paling banyak dibicarakan adalah tentang
penyakit, penemuan teknik baru dalam pengobatan. Kalau insinyur ketemu insinyur,
yang dibicarakan adalah adanya teknik baru dalam membangun jembatan, penemuan
untuk meningkatkan daya bangunan air, dan sebagainya. Tetapi apabila guru ketemu
guru, apa yang dibicarakan? Rendahnya kontak akademik guru ini di samping
dikarenakan soal waktu guru yang habis diserap di ruang-ruang kelas, kemungkinan
juga karena kejenuhan guru berinteraksi akademik dengan para siswanya.
Karakteristik
keempat, pekerjaan guru tidak pernah mendapatkan umpan balik. Umpan balik adalah
informasi baik berupa komentar ataupun kritik atas apa yang telah dilakukan
dalam melaksanakan proses belajar mengajar, yang diterima oleh guru. Berdasarkan
umpan balik inilah guru akan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses
belajar mengajarnya. Muncul pertanyaan, kalau guru tidak pernah mendapatkan
umpan balik, bagaimana guru dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pengajarannya?
Karakteristik
kelima, pekerjaan guru memerlukan waktu untuk mendukung waktu kerja di ruang
kelas. Waktu kerja guru tidak terbatas hanya di ruang-ruang kelas saja. Dalam
banyak hal, justru waktu guru untuk mempersiapkan proses belajar mengajar di
ruang kelas lebih lama. Berkaitan dengan padatnya waktu guru itu, muncul
pertanyaan kapankah guru dapat merenungkan melakukan refleksi atas apa yang
telah dilakukan bagi para siswanya?
Di samping karakteristik pekerjaan guru, karakteristik disiplin ilmu pengetahuan sangat penting artinya untuk difahami, khususnya oleh guru sendiri. Sebab, guru harus menjiwai disiplin ilmu yang harus diajarkan. Di Amerika Serikat, misalnya, kalau ada konferensi guru-guru, orang akan segera dapat membedakan guru berdasarkan disiplin ilmu yang diajarkan: mana guru matematik dan mana guru ilmu sosial.
Namun
realitas menunjukkan bahwa kualitas guru belum sebagaimana yang diharapkan.
Berbagai usaha yang serius dan sungguh-sungguh serta terencana harus secara
terus menerus dilakukan dalam pengembangan kualitas guru.
Berdasarkan
karakteristik kerja guru sebagaimana dikemukakan di atas, berbagai cara
pembinaan guru telah dilaksanakan. Teknik pembinaan yang telah dikembangkan dan
diterapkan adalah dengan sistem PKG. Di samping itu, telah dikembangkan pula
MGMP dan SKG. Untuk meningkatkan dan memperdalam penguasaan materi telah
dilaksanakan pula Kursus Pendalaman Materi (KPM), dan untuk dapat mengikuti
perkembangan teknologi telah dilatihkan pemanfaatan komputer dalam pengajaran
matematika.
halaman berikut : 2.6. Mempersiapkan gurru masa depan