RELATED LINK

http://pakguruonline.pendidikan.net

 

PROFIL PENDIDIKAN SUMATERA BARAT

TAHUN PELAJARAN 2004/2005
    

Profil pendidikan Sumatera Barat pada saat ini digambarkan secara garis besar berdasarkan sasaran pembangunan pendidikan di Sumatera Barat yang telah dilaksanakan  yaitu :

  1. Pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi penduduk usia sekolah.

  2. Tingkat pendidikan guru dan sarana.

  3. Posisi atau peringkat hasil pendidikan Sumatera Barat di tingkat nasional.

   

A. PEMERATAAN KESEMPATAN KESEMPATAN MEMPEROLEH PENDIDIKAN BAGI
    PENDUDUK USIA SEKOLAH

  

  1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Pendidikan usia dini adalah bagian dari pendidikan pra sekolah guna pengembangan mental dan sikap anak usia 0-6 tahun sebelum memasuki pendidikan sekolah dengan metoda atau penekanan bermain sambil belajar menurut hasil penelitian, bahwa anak-anak yang telah memasuki jenjang pendidikan prasekolah memiliki kecerdasan dan interakasi sosial yang Iebih baik dibandingkan anak yang tidak pernah mengikuti pendidikan prasekolah.

Gambaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sumatera Barat adalah sebagai berikut (tabel 1)

 

TABEL 1 : JUMLAH DAN PROSENTASE PESERTA DIDIK ANAK USIA DINI
                 DI SUMATERA BARAT
  

No.

JENIS PENDIDIKAN

PESERTA DIDIK

BELUM TERLAYANI

JUMLAH

(orang)

%

JUMLAH

(orang)

%

1.

Taman Pendidikan Anak (TPA) usia 0-3 th.

1.565

0,44

352.197

99,56

2.

Kelompok Bermain (KB) usia 4 th.

1.079

0,58

188.630

99,44

3.

Taman Kanak-kanak dan Radiatul Atfal (TK?RA) usia 5-6 th.

59.636

19,80

240.047

80,20

 

Jumlah

62.280

7,39

780.874

92,71

Sumber : Profil Pendidikan Sumatera Barat 2004/2005

  

Cukup besar anak usia dini di Sumatera Barat yang belum terlayani untuk memperoleh kesempatan bermain sambil belajar, yaitu 92.71 %. Hal ini disebabkan oleh masalah sosial ekonomi dan motivasi masyarakat terutama orang tua untuk memberikan kesempatan kepada anak mengikuti pendidikan prasekolah dan juga ketersedian sarana pendidikan anak usia dini di Sumatera Barat tidak mencukupi.

 

2. Pemerataan kesempatan untuk memperoleh Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

Dilihat dari APK dan APM Sumatera Barat ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, namun APK dan APM Sumatera Barat saat ini belum mencapai kondisi ideal. APK dan APM pada tahun pelajaran 2004/2005 sebagai berikut.

        

Tabel 2 : APK DAN APM SUMATERA BARAT  

TAHUN PELAJARAN

SD/MI

SMP/MTs

SMA/MA/SMK

APK

(%)

APM

(%)

APK

(%)

APM

(%)

APK

(%)

APM

(%)

2004/2005

109,22

94,22

87,32

69,02

64,60

46,83

Sumber : Profil Pendidikan Sumatera Barat 2004/2005

Ket : APK dan APM pendidikan dasar sudah termasuk Program Penyetaraan.

   

APM adalah angka yang menunjukkan ril jumlah penduduk usia sekolah, yaitu berapa persen anak usia sekolah 7-12 tahun yang bersekolah di SD/MI dan SMP/MTs atau pendidikan sederajat Iainya, dan berapa persen anak usia 16-18 tahun yang bersekolah di jenjang pendidikan SMA, MA atau SMK

  

APM akan mencerminkan tingkat keterlayanan sekolah terhadap penduduk usia sekolah dan dari APM sekaligus akan tergambar tingkat keberhasilan Wajib Belajar 9 tahun.

    

Dari APM tahun pelajaran 2004/2005 diatas tergambar kondisi jumlah penduduk usia sekolah yang tidak sekolah (belum terlayani) pada setiap satuan dan jenjang pendidikan Sumatera Barat sebagai tabel pada berikut:

  

TABEL 3 : JUMLAH PENDUDUK USIA SEKOLAH YANG BELUM BERSEKOLAH  

                (TERLAYANI) DI SUMATERA BARAT TH. PELAJARAN 2004/2005  

No

SATUAN DAN JENJANG

JUMLAH

(orang)

1.

SD/MI dan Program Paket A

• Jumlah penduduk usia 7-12 tahun (Data BPS)

• Jumlah siswa SD/MI/Paket A usia 7-12 tahun

• Jumlah penduduk usia 7-12 tahun belum sekolah

 

584.241

550.471

33.770

2.

SMP/MTs dan Program Paket B

• Jumlah penduduk usia 13-15 tahun (Data BPS)

• Jurnlah siswa SMP/MTs/Paket B usia 13-15 tahun

• Jumlah penduduk usia 13-15 tahun belurn sekolah

 

271.466

187.365

84.101

3.

SMA/MA/SMK

• Jum/ah penduduk usia 16-18 tahun (Data BPS)

• Jumlah siswa SMA/MA/SMK usia 16-18 tahun

• Jumlah penduduk usia 16-18 tahun belurn sekolah

 

267.878

125.447

142.431

Sumber : Profil Pendidikan Sumatera Barat 2004/2005

  

3. Rasio siswa per sekolah dan siswa per kelas.

 

Dari table 4 dibawah ini dapat kita lihat rasio siswa per sekolah dan rasio siswa per kelas di Sumatera Barat untuk tahun pelajaran 2004/2005.

 

        TABEL 4 : RASIO SISWA PER KELAS   

SATUAN DAN JENJANG PENDIDIKAN

JUMLAH SISWA

(ORANG)

JUMLAH SEKOLAH

(UNIT)

JUMLAH KELAS

(RUANG)

RASIO

RASIO IDEAL

SISWA /

KELAS

SISWA /

SEKOLAH

SISWA /

KELAS

SD

625.661

3.969

26.920

158

23

40

SMP

171.435

483

4.939

355

38

40

SMA

103.662

213

2.711

487

38

40

SMK

48.920

154

1.564

318

31

36

          Sumber: Profil Pendidikan Sumbar 2004/2005

 

Dengan melihat data rasio siswa/kelas di Sumatera Barat diatas, tergambar bahwa kelas-kelas di sekolah tidak penuh dengan kata lain pemetaan jumlah siswa per sekolah dan jumlah siswa per kelas sebetulnya tidak ada permasalahan yang bersumber dari sarana ruang kelas dalam upaya peningkatan APK dan APM di Sumatera Barat. Namun oleh kerena distribusi penduduk pada setiap daerah tidak merata, maka pada daerah dengan jumlah penduduk Iebih banyak sangat dirasakan kekurangan ruang kelas, sebaliknya pada kondisi penduduk relatif kurang, justru jumlah sekolah dan ruang kelas berlebih, kerena penempatan pembangunan sekolah tidak berdasarkan pada pemetaan yang benar sebagaimana diisyaratkan oleh PP. Nomor 19 tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan.

 

B. TINGKAT PENDIDIKAN GURU DAN SARANA.

 

1. Tingkat pendidikan guru/ijazah terakhir :
 

Di Sumatera Barat pada tahun pelajaran 2004/2005 ternyata jumlah tingkat pendidikan guru SI untuk Sekolah Menengah (SMA dan SMK) lebih besar dibandingkan dengan tingkat pendidikan guru Pendidikan Dasar (SD dan SMP).

 

        TABEL 5 : TINGKAT PENDIDIKAN GURU

SEKOLAH

TINGKAT PENDIDIKAN/IJAZAH GURU

DIBAWAH S1

(ORANG)

%

S1 KEATAS

(ORANG)

%

SD

28.018

90,08

3.085

9,91

SMP

7.718

53,99

6.575

46,00

SMA

1.508

17,81

6.966

82,30

SMK

1.151

19,84

4.648

80,12

          Sumber: Profil Pendidikan Sumbar 2004/2005

 

2. Gedung sekolah/Ruang kelas

 

a. Kondisi Ruang Kelas.

 

Data kondisi ruang kelas di Sumatera Barat tahun 2004/2005, dibagi atas kondisi baik, rusak ringan dan rusak berat seperti tabel berikut :

  

        TABEL 6 : KONDISI RUANG KELAS

SEKOLAH

JUMLAH RUANG KELAS

(RUANG)

KONDISI RUANG KELAS

BAIK/LAYAK

RUSAK RINGAN

RUSAK BERAT

JUMLAH

(RUANG)

%

JUMLAH

(RUANG)

%

JUMLAH

%

SD

24.480

10.215

41,73

8.768

35,82

5.494

22,44

SMP

5.598

4.676

83,53

708

12,65

214

3,82

SMA

2.353

2.111

89,72

176

7,48

66

2,80

SMK

1.454

1.242

85,42

184

12,65

28

1,93

          Sumber: Profil Pendidikan Sumbar 2004/2005

 

Ruang kelas dengan kondisi baik atau layak dipergunakan sebahagian besar terdapat di SMP dan Sekolah Menengah, hal ini dikerenakan disamping jumlahnnya jauh lebih kecil dibandingkan ruang kelas SD. Lebih dan separoh ruang kelas SD dalam keadaan rusak, 35.82 % rusak ringan dan 22.44 % rusak berat, sementara itu ruang kelas dalam kondisi balk hanya 10.215 ruang atau 41.73 % dan seluruh ruang yang ada, dengan jumlah ruang kelas yang relatif banyak yang tersebar di daerah pedesaan/kelurahan di 19 kabupaten kota.

 

b. Ruang pustaka sekolah.
 

Kekurangan ruang pustaka sekolah pada umumnya terdapat di SD, namun persoalan tidak muncul selama ini, kerena sekolah mengatasi ketidakketersedian ruang pustaka dengan jalan menjadikan ruang kelas sebagai ruang pustaka dan dalam hal ini tidak layak disebut dengan perpustakaan sekolah. Jumlah serta persentase pustaka sekolah di Sumatera Barat seperti table berikut.

  

TABEL 7 : JUMLAH PERPUSTAKAAN SEKOLAH

SEKOLAH

JUMLAH SEKOLAH

SEKOLAH YANG MEMILIKI PUSTAKA

JUMLAH

(UNIT GEDUNG)

%

SD

3.969

757

19,07

SMP

483

365

75,57

SMA

213

152

70,70

SMK

154

78

51,31

Sumber: Profil Pendidikan Sumbar 2004/2005

   

c. Laboratorium dan Bengkel Praktek/Workshop
  

Sebahagian besar SMP dan SMA di Sumatera Barat baru memiliki ruang laboratorium IPA (sebahagian besar dikelompokkan menjadi satu laboratorium Fisika, Blologi dan Kimia), sedangkan ruang laboratorium Iainnya belum terprogram dengan baik.

  

         

        TABEL 8 : JUMLAH LABORATORIUM SMP DAN SMA

SEKOLAH

JUMLAH

SEKOLAH

JUMLAH LABORATORIUM (UNIT)

ILMU PENGETAHUAN ALAM

IPS

BAHASA

KOMPUTER

FISIKA

BIOLOGI

KIMIA

SMP

483

30

33

3

4

8

50

SMA

213

31

28

28

16

29

105

          Sumber: Profil Pendidikan Sumbar 2004/2005

    

Jumlah ketersedian ruang praktek SMK berdasarkan kelompok keahlian dan jurusan, kondisi SMK pada saat ini di Sumatera Barat juga masih sangat terbatas, sebagaimana terlihat pada tabel berikut:

     

        TABEL 9 : JUMLAH BENGKEL PRAKTEK/WORKSHOP SMK

KELOMPOK/PROGRAM STUDI

JUMLAH SMK

JUMLAH SMK YANG TELAH MEMILIKI BENGKEL PRAKTEK/WORKSHOP

TEKNOLOGI DAN INDUSTRI

76

51

BISNIS DAN MANAJEMEN

58

41

PARIWISATA/PERHOTELAN

5

3

SENI DAN KERAJINAN

5

5

PERTANIAN DAN KEHUTANAN

7

6

PELAYARAN DAN PERIKANAN

2

1

KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

1

1

JUMLAH

154

108

          Sumber: Profil Pendidikan Sumbar 2004/2005

 

C. POSISI ATAU PERINGKAT HASIL PENDIDIKAN SUMATERA BARAT DI TINGKAT
NASIONAL
   

Beberapa data yang dapat dikemukakan yang menggambarkan posisi Sumatera Barat di tingkat nasional diantaranya adalah posisi hasil Ujian Nasional SMP/MTs/SMP Terbuka, SMA/MA dan SMK, dan posisi prestasi Olimpiade Sains.

   

1. Hasil Ujian Nasional (UN).
 

Berdasarkan data Balitbang Depdiknas, peringkat lulus Ujian Nasional SMP/MTs, SMA/MA dan SMK Sumatera Barat secara nasional selama tiga tahun terakhir terus meningkat sedikit demi sedikit, sedangkan peningkatan lulusan dan rangking dari propinsi tetangga lebih banyak sehingga pada akhirnya Sumatera Barat belum juga mampu berada di peringkat sepuluh besar. Pada table 10 dapat kita lihat posisi Sumatera Barat untuk tingkat nasional dan pada Tabel 11 posisi Sumatera Barat untuk Wilayah Sumatera.

   

TABEL 10 :  POSISI SUMATERA BARAT DI TINGKAT NASIONAL

                   PADA UJIAN NASIONAL (UN) 

TAHUN PELAJARAN

PERINGKAT LULUS PESERTA UN (UJIAN PERTAMA)

SMP/MTs/SMP TERBUKA

SMA/MA/SMK

2002/2003

27

28

2003/2004

17

17

2004/2005

16

13

Sumber: Balitbang Depdiknas

    

        TABEL 11 : POSISI SUMATERA BARAT DI WILAYAH SUMATERA

                          PADA UN TH. 2004/2005

PROPINSI

PERINGKAT

SMP/MTs/SMP TERBUKA

PESERTA
(ORANG)

TIDAK LULUS
(ORANG)

%

SUMATERA UTARA

1

226.114

16.787

7,42

SUMATERA SELATAN

2

101.770

9.486

9,32

RIAU

3

68.553

11.476

16,74

SUMATERA BARAT

4

72.263

12.815

17,73

LAMPUNG

5

111.499

21.019

18,85

 

 

SMA/MA

SUMATERA SELATAN

1

49.189

5.659

11,50

SUMATERA UTARA

2

106.879

18.725

17,52

RIAU

3

32.396

6.514

20,11

SUMATERA BARAT

4

38.604

7.937

20,56

KEPULAUAN RIAU

5

5.551

1.344

24,21

 

 

SMK

BANGKA BELITUNG

1

94.503

8.001

8,47

SUMATERA UTARA

2

56.988

11.737

20,60

SUMATERA SELATAN

3

15.207

3.354

22,08

SUMATERA BARAT

4

15.542

3.759

24,19

LAMPUNG

5

19.687

5.043

25,62

           Sumber: Balitbang Depdiknas

   

2. Hasil Olimpiade Sains.

 

Meskipun hasil Olimpiade Sains tidak dapat mewakili gambaran kualitas pendidikan secara komprehensif, namun hasil Olimpiede Sains setidaknya juga dapat merupakan cerminan kualitas pendidikan secara parsial, lokal dan personal. Peserta atau siswa dari Sumatera Barat dalam Olimpiade Sains di tingkat nasional yang telah diikuti selama tiga tahun terakhir menunjukan peringkat Sumatera Barat dari tahun ke tahunnya mengalami kemunduran.

  

       TABEL  12 : PERINGKAT DAN PEROLEHAN MEDALI SUMATERA BARAT PADA 
                          OLIMPIADE
SAINS DI TINGKAT NASIONAL 

TAHUN

TEMPAT

PERINGKAT

PEROLEHAN MEDALI

EMAS

PERAK

PERUNGGU

2003

Balik Papan

2

2

-

-

2004

Pakanbaru

9

1

5

3

2005

Jakarta

11

-

7

4

   

----------------------------------------------------

Catatan :

Profil Pendidikan Sumatera Barat Tahun  Pelajaran 2004/2005 (versi cetak) klik disini

 

   

  

     
 http://pakguruonline.pendidikan.net

Situs ini menampung sumbangan tulisan, berupa makalah, kajian, serta ciloteh para guru.

 Silahkan kirim tulisan  kepada web master 

zfikri@telkom.net
  

 

  

Website ini online atas bantuan dan dukungan Phillip M. Rekdale (pengasuh Pendidikan Network)

Halaman ini bagus dilihat pada browser Internet Explorer 5 keatas
 Jika pada browser Internet Explorer anda muncul pesan script error 
atau script debugging,
klik disni