BAB I
PENDAHULUAN

 A.  LATAR BELAKANG.

Dalam pelaksanaan otonomi daerah, khususnya penyelenggaraan kebijakan dekonsentrasi dan desentralisasi pendidikan, kebutuhan data dan informasi untuk perencanaan pembangunan pendidikan sangat diperlukan. Profil Pendidikan Sumatera Barat yang disusun dan diterbitkan setiap tahunnya diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi dalam memenuhi kebutuhan tersebut, terutam sekali data dan informasi penyelenggaraan pendidikan lintas wilayah kabupaten dan kota se Sumatera Barat selama kurun waktu tahun pelajaran 2005/2006.

Profil Pendidikan Sumatera Barat, pada hakekatnya merupakan sebuah dokumen. yang menggambarkan ktnerja penyelenggaraan pendidikan Sumatera Barat tahun pelajaran 2005/2006, dengan menginvestigasi dan membahas masalah indikator Pemerataan dan Perluasan Pendidikan, Mutu dan Relevansi Pendidikan, serta Manajemen efisiensi internal penyelenggaraan pendidikan lintas kabupaten dan kota se Sumatera Barat, oleh karena itu meskipun paparan dan sajian materi Profil Pendidikan bersifat makro dengan materi pokoknya mengupas beberapa indikator, namun diharapkan dokumen ini sekurang-kurangnya mampu memberikan informasi awal pembuka wawasan untuk mengindentifikasi lebih mendalam permasalahan penyelenggaraan pendidikan di sembilanbelas kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Dokumen Profil Pendidikan merupakan sebuah produk akhir dari suatu proses pengumpulan, pengolahan dan verifikasi data pendidikan khususnya Pendidikan Dasar dan Menengah, namun demikian pada bagian tertentu dan beberapa bab disajikan juga data dan informasi penyelenggaraan pendidikan non formal, pemuda dan olah raga, khususnya yang berhubungan dengan program kegiatan selama tahun 2005/2006 yang diselenggarakan oleh unit teknis di lingkungan Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat, hal ini dimaksudkan untuk memperkaya materi Profil Pendidikan baik untuk keperluan perencanaan pendidikan, publikasi dan sosialisasi pendidikan maupun referensi umum bagi stakeholder lainnya. 

B.  MAKSUD DAN TUJUAN.

  1. Menyajikan informasi dan data pendidikan Tahun Pelajaran 2005/2006, menyangkut kinerja pemerataan pendidikan, peningkatan mutu, dan manajemen penyelenggaraan pendidikan kabupaten dan kota se Sumatera Barat.

  2. Sebagal bahan evaluasi penyelenggaraan pendidikan, baik yang menjadi tugas dan kewenangan propinsi maupun kabupaten dan kota Tahun Pelajaran 2005/2006.

  3. Sebagai bahan masukan dan pertimbangan kebijakan dalam penyusunan program pendidikan di Sumatera Barat Tahun Pelajaran 2005/2006.

  4. Sebagai bahan atau materi sosialisasi/penyebarluasan informasi penyelengaraan pendidikan bagi pemerintah, dan masyarakat luas lainnya. 

C.  CAKUPAN MATERI PROFIL PENDIDIKAN.

Cakupan atau substansi materi Profit Pendidikan Sumaterera Barat, Tahun Pelajaran 2005/2006, menyangkut 3 (tiga) Prioritas Pendidikan, yakni Pemerataan dan Perluasan Pendidikan, Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan, serta Manajemen Pendidikan, dengan indikatornya sebagal berikut:

a. Indikator Pemerataan dan Perluasan Pendidikan.

  1. Angka Partisipasi Kasar (APK)

  2. Angka Partisipasi Murni (APM)

  3. Angka Partisipasi Murni Usia Sekolah (APM us)

  4. Angka Serapan Kasar (ASK), khusus TK dan SD

  5. Angka Serapan Murni (ASM), khusus SD

  6. Angka Melanjutkan (AM)

  7. Rasio Siswa per sekolah (R-SIS)

  8. Raslo Siswa per Kelas (R-S/K)

  9. Rasio Siswa per Guru (R-S/G)

  10. Rasio Kelas per Ruang Kelas (R-K/RK)

  11. Rasio Kelas per Guru (R-K/G).

b. Indikator Mutu dan Relevansi Pendidikan.

  1. Persentase siswa baru SD asal TK (% B)

  2. Angka Mengulang (AU)

  3. Angka Putus Sekolah (APS)

  4. Angka Lulusan (AL)

  5. Persentase Kelayakan Guru Mengajar (%GL)

  6. Persentase Guru Menurut Ijazah Tertinggi (% GI)

  7. Persentase Kesesuain Guru Mengajar dgn Jurusan Ijazah (% Gji/GM)

  8. Persentase Guru Menurut Bidang Studi Yang diajarkan (% GBS)

  9. Persentase Guru Ruang Kelas Kondisi Baik ( % Rkb)

  10. Persentase Fasilitas Sekolah (% FS)

  11. Satuan Biaya (SB)

  12. Persentase Siswa SMA Menurut Jurusan ( % S jur)

  13. Persentase Siswa SMK Menurut Kelompok (% S smk)

  14. Persentase SMK yg melaksanakan Sistem Ganda (% PSG)

  15. Persentase Peserta Didik Kursus (% PDTS)

  16. Persentase Kursus dan Ujian Nasional (% KUN)

  17. Persentase Kursus Memiliki Kurikulum Terhadap Kursus Seluruhnya (% KKS)

b. Manajemen Pendidikan.

Hasil analisis Kohort.

  1. Jumlah Keluaran Pendidikan (JK)

  2. Jumlah Tahun-Siswa (JTS)

  3. Jumlah Putus Sekolah (JPS)

  4. Jumlah Mengulang (JU)

  5. Rata-rata Lama Belajar (RLB)

  6. Tahun Siswa Terbuang (TST)

  7. Tahun Masukan per Lulusan (TML)

  8. Rasio Keluaran per Masukan (R-KJM)

  9. Angka Bertahan (AB)

  10. Koefisien Efisiensi (KE)

D.  BATASAN KINERJA PENDIDIKAN DAERAH KABUPATEN DAN KOTA.

Batasan kinerja pendidikan daerah kabupaten dan kota perlu dikemukakan, karena data-data yang mengambarkan kinerja pendidikan kabupaten dan kota tidak selalu atau mutlak kerena adanya hambatan permasalahan atau kurangnya kinerja penyelenggaraan pendidikan didaerah dimaksud. Kemudahan dan kelancaran tranportasi antar daerah kabupaten dan kota di Sumatera Barat menyebabkan terjadinya mutasi siswa antar daerah dengan segala konsekuansinya, seperti penilaian kinerja pemerataan pendidikan yang digambarkan dengan indikator APK dan APM pada setiap daerah adakala dipengaruhi oleh terjadinya perpindahan siswa antar daerah, artinya pada proses pendataan jumlah siswa disekolah, yang bersangkutan terdaftar sebagai siswa didaerah yang dituju, namun pada proses pendataan penduduk usia sekolah yang bersangkutan tercatat pada daerah asalnya, sehingga APK/APM di daerah asalnya menjadi rendah dan sebaliknya pada daerah yang di tuju menjadi tinggi. Konsekuensi lain adanya mutasi siswa atau lulusan ini juga mempengaruhi mutu pendidikan, seperti terjadinya ledakan calon siswa pada daerah tertentu sehingga jumlah siswa per sekolah, atau jumlah siswa per kelas melebihi Standar Nasionat Pendidikan dan menyebabkan pemakaian ruang kelas sangat terbatas. Pemakaian ruang kelas untuk PBM pagi dan siang akan mengurangi jam efektif belajar yang akhirnya mempengaruhi mutu pendidikan pada suatu daerah, oleh kerena itu diharapkan para pembaca dapat mengembangkan analisis yang diperlukan dalam mengutip angka-angka atau prosentase yang menggambarkan kinerja pendidikan kabupaten dan kota yang disajikan pada data Profil Pendidikan Sumatera Barat Tahun Petajaran 2005/2006.

Bab II ...