BAB II
KEADAAN UMUM SUMATERA BARAT
 

A.  KONDISI GEOGRAFIS.

Secara geografis wilayah Sumatera Barat terletak antara 0o Lintang Utara hingga 3o Lintang Selatan serta 98, dan 101 Bujur Timur. Wilayah Sumatera Barat dilalui oleh garis khatulistiwa (garis lintang nol derajat), tepatnya berada di kecamatan Bonjol kabupaten Pasaman, oleh kerena pengaruh letak ini, Sumatera Barat beriklim trofis dengan suhu udara dan kelembaban yang tinggi. Ketinggian permukaan daratan antara satu daerah dengan daerah lainnya sangat bervariasi, Namun demikian secara fisik Sumatera Barat merupakan wilayah yang sebahagian besar bertopografi pegunungan dan dataran tinggi Bukit Barisan yang membujur dan Barat Laut ke Tenggara, 63 % dan luas daerah merupakan kawasan hutan lebat dengan ketinggian sampai 3.000 meter diatas permukaan laut. Dacrah-daerah yang berada pada dataran rendah (daerah pantai) meliputi, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Setatan, Kabupaten Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman, dan, Kabupaten Agam.

Kondisi geografis Sumatera Barat cukup unik yang sebahagian daerahnya tenletak di dataran rendah dan sebahagian lagi di dataran tinggi, ditandai terdapat banyak sekali gunung, danau, lembah/ngarai, ngalau dan sungai. Dari sejumiah gunung di Sumatera Barat yang cukup terkenal antara lain gunung Merapi, gunung Singgalang, Gunung Tandikek, gunung Talang, dan gunung Talamau, sementara danau yang tidak asing lagi antara lain danau Singkarak, danau Maninjau, danau Di atas dan danau Di bawah. Demikian juga dengan sungai dan pantainya cukup indah. Dengan kondisi alam yang cukup unik ini di Sumatera Barat terdapat berbagai objek wisata alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dari dalam maupun luar negeni.

Luas wilayah Sumatera Barat, sekitar 4.222.964 Ha setara dengan 2,17 % dari luas wilayah Negara Republik Indonesia. Dan luas wilayah Sumatera Barat tersebut, dimana 8,54 % telah dikelola untuk usaha pertanian yang terdiri dan sawah 23,062 Ha dan lahan kering 545.808 Ha berupa lahan perkarangan 113.460 Ha, tegal/kebun 3001.399 Ha dan lading/hutan 130.939 Ha.

Rata-rata curah hujan di Propinsi Sumatera Barat selama 5 tahun terakhir ada 204,27 mm/bulan dan rata-rata han hujan 11,92 hari/bulan. Curah hujan yang baik dan merata ini telah menjadikan sebahagian besar wilayah Sumatera Barat sangat berpontensi dalam pengembangan pertanian dan perkebunan, khususnya dalam menghasilkan beras, sedangkan untuk perkebunan disamping berkembang perkebunan rakyat juga perkebunan berskala besar antara lain sawit, teh dan kopi, demikan juga usaha perikanan air tawar berkembang dengan baik.

Jarak antara kota Padang, sebagal ibu kota propinsi Sumatera Barat dengan ibu kota propinsi tetangga, serta jarak kota Padang dengan kota-kota Iainnya di dalam wilayah Sumatera barat, sebagaimana tabel berikut: 

Tabel I : Jarak kota Padang dengan Ibu kota propinsi Iainnya dan
antar kota di wilayah Sumatera Barat

Kota Padang dng Ibu kota propinsi lainnya

Kota Padang dengan kota lain dalam wilayah Sumatera Barat

Padang-Medan (via Sibolga)

Padang-Pakanbaru

Padang-Jambi (via M. Tebo)

Padang-Palembang (v.M.Enim)

Padang-Banda Aceh (v. Gn.Tua)

Padang-Bengkulu (Via. M.Bungo)

Padang-Tanjung Karang

 

821 Km

312 Km

535 Km

1.033 Km

1.507 Km

776 Km

1.274 Km

Padang-Painan

Padang-Tapan

Padang-Lubuk Alung

Padang-Pariaman

Padang-Tiku

Padang-Menggopoh

Padang-Simpang Empat

Padang-Padang Panjang

Padang-Bukittinggi

Padang-Payakumbuh

Padang-Batu Sangkar

Padang-Solok

Padang-Sawahlunto

Padang-Sijunjung

Padang-Lubuk Sikaping

Padang-Air Bangis

Padang-Sitiung

Padang Muara Labuh

77 Km

213 Km

35 Km

56 Km

93 Km

105 Km

178 Km

72 Km

91 Km

124 Km

102 Km

64 Km

95 Km

127 Km

168 Km

347 Km

233 Km

134 Km

Sumber: Sumatera Barat Dalam Angka 2003

B.  PEMERINTAHAN.

Di Sumatera Barat terdapat 19 daerah kabupaten dan kota, yang terdiri dari 12 daerah kabupaten, dan 7 daerah kota. Dan daerah 12 kabupaten tersebut termasuk daerah baru hasil pemekaran tahun 2004, yakni kabupaten Pasaman Barat hasil pemekaran kabupaten Pasaman, kabupaten Sotok Selatan hasil pemekaran kabupaten Solok, dan kabupaten Darmas Raya hasil pemekaraan kabupaten Sawahiunto Sijunjung, sedangkan jumlah daerah kota tidak mengalami perobahan.

Kebijakan Pemerintah Sumatera Barat, yang memposisikan nagari sebagai penyangga utama otonomi serta adanya pemekaran tiga kabupaten tahun 2004, membawa konsekuensi terjadi peningkatan jumlah kecamatan dan nagari di Sumatera Barat Kebijakan pengembangan dan pembinaan nagari serta pendelegasian beberapa kewenangan otonomi dimaksudkan untuk memberikan keluwesan kepada masyarakat nagari dalam membangun daerahnya sendiri secara nyata dan bertanggungjawab dengan menggali dan memanfaatkan sumber daya nagari, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat nagari.
  

Tabel 2 : Jumlah dan Nama Kecamatan Per Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat Th. 2005

No.

KABUPATEN DAN KOTA

JUMLAH KECAMATAN

NAMA KECAMATAN

1.

Kabupaten Agam

15

1. Banuhampu

2. Sungal Puar

3. Baso

4. IVAngkat

5. Candung

6. Tilatang Kamang

7. Kamang Magek

8. IVKoto

9. Matur

10. Palembayan

11. Tanjung Raya

12. LubukBasung

13. IVNagan

14. Tanjung Mutiara

15. Palupuah

2.

Kabupaten Pasaman

12

1. Tigo Nagari

2. Bonjol

3. Stmpang Alahan Mati

4. Lubuk Sikaping

5. Panti

6. Padang Galugur

7. Rao

8. Rao Utara

9. Rao Selatan

10. Mapatlunggul

11. Mapat Tunggul Selatan

12. Duo Koto

3.

Kabupaten Pasaman Barat

11

1. Koto Balingka

2. Lembah malintang

3. Sungal Beremas

4. Ranah Pesisir

5. Pasaman

6. KInati

7. Ranah Batahan

8. Sungai Aur

9. Gunung Tuleh

10. Talamau

11. Luhak Nan Duo

4.

Kabupaten Lima Puluh Kota

13

1. Gunuang Omeh

2. Bukit Barisan

3. Suliki

4. Guguak

5. Mungka

6. Akabiluru

7. Payakumbuh

8. Luak

9. Lareh Sago Halaban

10. Situjuah Lima Nagari

11. Harau

12. Pangkalan

13.KapurlX

5.

Kabupaten Solok

14

1. X Kota Diatas

2. X Koto Singkarak

3. Junjuang Sinah

4. IX Koto Sungai Lasi

5. Kubung

6. Bukit Sundi

7. Gunung Talang

8. LembangJaya

9. Danau Kembar

10. Payung Sakaki

11. Tigo Lurah

12. Lembah Gumanti

13. Hfliran Gumanti

14. Pantai cermin

6.

Kabupaten Solok Selatan

5

1. Koto Parik Gd.

2. Sungai Pagu

3. Sangir

4. SangirJujuan

5. SangirBatang Han

7.

Kabupaten Padang Pariaman

17

1. Batang Anai

2. LubukAlung

3. Sintuk Taboh Gadang

4. Ulakan Tapakis

5. Nan Sabans

6. 2 X 11 Enam Lingkung

7. Enam Lingkung

8. 2xllKayuTanam

9. VII K Sungai Sariak

10. Patamuan

11. PadangSago

12. V Koto Kampung Dalam

13. VKotoTimur

14. Sungai Limau

15. Batang Gasan

16. Sungal Genngging

17. IV Koth Aur Malintang

8.

Kabupaten Pesisir Selatan

13

1. Koto XI Tarusan

2. Bayang

3. Bayang Utara

4. IVJurai

5. Batang Kapas

6. Sutera

7. Lengayang

8. PauhkotoBaru

9. Ranah Pesisir

10. Linggo Sari Baganti

11. Pancuang Soal

12. Basa Ampek Balai

13. Lunang Silauk

9.

Kabupaten Tanah Datar

14

1. X Koto

2. Batipuh

3. Batipuh Selatan

4. Paniangan

5. Rambatan

6. Limo Kaum

7. Tanjung Emas

8. Padang Gantiang

9. Lintau Buo

10. Lintau Buo Utara

11. Sungayang

12. SungaiTarab

13. Salimpaung

14. Tanjung Baru

10.

Kabupaten Sawahlunto Sijunjung

8

1. Kutipan

2. V Nagari

3. Koto VII

4. SumpurKudus

5. Sijunjung

6. Lubuk Tarok

7. Tanjung Gadang

8. Kamang Baru

11.

Kabupaten Darmasraya

4

1. PulauPunjuang

2. Sitiung

3. KotoBaru

4. Sungai Rumbai

12.

Kabupaten Kepulauan Mentawai

4

1. Siberut Utara

2. Siberut Selatan

3. Sipora

4. Pawai Utara Selatan

13.

Kota Bukittinggi

3

1. Guguak Panjang

2. Mandiangin Kt. Selayan

3. Aur Birugo Tigo Baleh

14.

Kota Padang

11

1. Bungus Teluk Kabung

2. Padang Barat

3. Padang Selatan

4. Padang Timur

5. Padang Utara

6. KotoTangah

7. Pauh

8. Kuranji

9. LubukBagalung

10. Lubuk Kilangan

11. Nanggalo

15.

Kota Padang Panjang

2

1. Padang Panjang Barat

2. Padang Panjang Timur

16.

Kota Payakumbuh

3

1. Silungkang

2. Lembah Segar

3. Barangin

4. Talawi

17.

Kota Solok

2

1. Tanjung Harapan

2. Lubuk Sikarah

18.

Kota Payakumbuh

3

1. Payakumbuh Barat

2. Payakumbuh Timur

3. Payakumbuh Utara

19.

Kota Pariaman

3

1. Pariaman Utara

2. Pariaman Tengah

3. Pariaman Selatan

 

Jumlah Kecamatan

158

 

Sumber:
1. Profll Pendidikan Kab/Kota 2005/2006
2.  Sumbar Dalam Angka 2004

Pelaksanaan otonomi daerah, khususnya implementasi dan kebijakan desentralisasi pendidikan yang dititikberatkan kepada daerah kabupaten dan kota, telah memberikan kewenangan yang cukup luas bagi pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat, untuk melakukan restrukturisasi Kandepdiknas menjadi Dinas Pendidikan kabupaten/kota yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Namun restruktunsasi ini adakalanya kurang mempertimbangkan adanya kebutuhan korelesi dan singkoronisasi struktur institusi yang menangani pendidikan baik di tingkat nasional maupun propinsi, oleh kerena itu di Sumatera Barat terdapat berbagai jenis penamaan dan ruang lingkup tugas dan fungsi Dinas Pendidikan kabupaten dan kota.

Dan berbagai jenis penamaan Dinas Pendidikan tersebut, terdapat beberapa dinas yang mengambangkan tugas-tugas pemerintahan melalui pemisahan dengan tegas antara bidang pendidikan dengan pengajaran, pendidikan sejalan dengan pembinaan kebudayaan, pendidikan dengan tugas pembinaan pariwisata, dan pendidikan dengan tugas ketenagakenjaan. Benikut kami sampaikan nama dan alamat Dinas Pendidikan sembilan belas kabupaten dan kota se Sumatera Barat.
  

Tabel 3 : Nama dan Alamat Dinas Pendidikan Propinsi,
Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat

No.

NAMA DINAS

ALAMAT KANTOR

No. TELP.

1.

Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat.

Jl. Jen.Sudirm No. 52 Padang

(0751) 20152

2.

Dinas Pendidikan Kabupaten Agam

JI. DR. M. Hatta Lubuk Basung

(0752) 76318

3.

Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kab. Pasaman.

Jl. A.Yan No. 38 L. Sikaping

(0753) 20196

4.

Dinas Pendidlkan dan Parawisata Kabupaten Pasaman Barat.

JI. K. Dewantara 92 Sp. Empat

(0753) 65186

5.

Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota.

Jl. Ry. Tj. Pati Kec.Harau

(0752) 92060

6.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Kabupaten Solok.

Jl. Raya Koto Baru Solok

(0755) 20239

7.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Kabupaten Solok Selatan.

JI. Padang Aro Solok Selatan

(0755) 583095

8.

Dinas Pendidikandan Olahraga

Kabupaten Pariaman.

Jl. A. Yani No.21 Pariaman

(0751) 93017

9.

Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan.

Jl. H. Agus Salim Painan

 

(0756) 21602

10.

Dinas Pendldikan dan Kerja   Kabupaten Tanah Datar.

Jl. St. Alam Bagagarsyah

Pagaruyung.

(0752) 71833

11.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sawahiunto Sijunjung.

Jl. Ir. H. Juanda No.3 Muaro

Sijunjung.

(0754)20111

12.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dharmas Raya.

Jl. Lintas Sumatera Km.2

Sungai Dareh

(0754) 451233

13.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Kabupaten KepuIau Mentawai.

Tuapejat- Sipora Mentawai.

(0759) 320043

14.

Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi.

Jl. Jenderal Sudirman No. 9

Bukittinggi.

(0752) 35410

15.

Dinas Pendidikan Kota Padang.

Jl. Tan Malaka Padang.

(0751) 21554

16.

Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang.

Jl. B.Kanduang Pdg. Panjang

(0752) 82156

17.

Dinas Pendidikan Kota Sawahiunto

Jl. Khatib Sulaiman Swh. Lunto

(0754) 61536

18.

Dinas Pendidikan Daerah Kota Solok

Jl. Tembok Raya Solok

(0755) 20334

19.

Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Jl. Ade Irma Suryani No. 23

Payakumbuh

(0752) 92352

20.

Dinas Pendldikan Kota Pariaman

Jl. Diponegoro No. 48 Pariaman

-

Sumber: Profil Pendidikan Kab/Kota 2005/2006

C.  PENDUDUK.

Berdasarkan data BPS Sumbar (hasil Susenas tahun 2004), Jumlah penduduk Sumatera Barat sebanyak 4.528.242 jiwa, dengan rincian penduduk laki-laki 2.225.847 jiwa dan penduduk perempuan 2.302.395 jiwa. Kota Padang dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni 784.740 jlwa dan terkecil adalah kota Padang Panjang, yakni 44.699 jiwa.

Sebagaimana propinsi lainnya, perubahan tingkat kelahiran dan kematian akan mempengaruhi jumlah dan struktur penduduk. Tinggi rendahnya jumlah penduduk dan komposisinya akan menentukan jumlah dan pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan, pelayanan kesehatan, atau peluang kerja yang harus dipenuhi. 

Tabel 4 : Kondisi Umum Penduduk Sumatera Barat 2004

No

KONDISI UMUM PENDUDUK

JUMLAH

1.

Luas daerah

4.222.964 Ha

2.

Jumlah Penduduk :

4.528.242 Jiwa

 

Penduduk laki-laki

2.225.847 Jiwa

 

Penduduk perempuan

2.302.395 Jiwa

 

% Penduduk 10 tuhun keatas menurut ljazah yang dimiliki :

 

 

Tidakpunyaijazah

28.92 %

 

SD/sederajat

27.16 %

 

SMP/sederajat

18.99 %

 

SMA/sederajat

20.33 %

 

Diploma I, II dan III

2.19 %

 

Diploma IV sd S3

2.41 %

4.

% Penduduk 10 tahun keatas menurut Kemampuan baca tulis

 

 

Dapat baca fulls huruf latin

97.58 %

 

Dapat baca fulls huruflainnya

0.37 %

 

Tidak dapat baca tulis

2.06 %

Sumber:  Susenas BPS Sumbar 2004

Persentase penduduk umur 10 tahun keatas memiliki ijazah setingkat SD dan SMP relatif cukup besar yakni 27.16 % dan 18.99 %, angka ini identik dengan persentase angka patisipasi sekolah Pendidikan Dasar di Sumatera Barat, demikian juga dengan yang memiliki ijazah Sekolah Menengah sebesar 20.33 %, sedangkan penduduk tidak memiliki ijazah sebesar 28.92 %, angka ini belum dikurangi dengan jumlah penduduk dibawah usia 10 tahun sampai 12 atau 13 tahun yang masih bersekolah di Sekolah Dasar atau sederajat, sehingga mereka belum menyelesaikan pendidikannya dan belum memiliki ijazah SD atau pendidikan sederajat lainnya.

Satu hal yang memerlukan perhatian kita bersama, adalah jumlah penduduk usia 10 tahun keatas yang tidak dapat baca tulis yang masih tersisa sebesar 2.06 %, angka ini kemungkinan saja dapat bertambah apabila tinggal kelas rendah SD atau MI (Kelas I dan II) tidak melanjutkan pendidikannya dimana mereka belum sepenuhnya memiliki kemampuan membaca dan menulis.

Penambahan angkatan kerja, termasuk diantaranya tamatan jenjang pendidikan tertentu yang ingin bekerja di Sumatera Barat, tidak diimbangi dengan penambahan lapangan pekerjaan, yang menyebabkan semakin banyaknya jumlah penganguran. Hasil Susenas 2004 memperlihatkan, bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT), yaitu angkatan kerja yang mencari pekerjaan di Sumatera Barat sebesar 12,90 %. Tingginya angka pengangguran ini sangat mempengaruhi masalah sosial ekonomi dan keamanan masyarakat Sumatera Barat, terutama sekali di daerah perkotaan.

Pada tabel berikut di paparkan persentase pengangguran terbuka, kegiatan utama penduduk dan tingkat partisipasi angkatan kerja di Sumatera Barat tahun 2003. 

Tabel 5 : Tingkat Pengangguran Terbuka dan
Kegiatan Utama Penduduk Sumatera Barat

No.

URAIAN

%

1.

% Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

12,90

 

TPT Perempuan

20,98

 

RPT Laki-Laki

7,73

2.

Kegiatan Utama Penduduk Usia 10 Keatas :

 

 

Bekerja

49,56

 

Mencari Pekerjaan

7,34

 

Sekolah

21,70

 

Kegiatan Iainnya

21,40

Sumber:  RPJM Transisi Sumbar 2006 (Bappeda)

Persentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tersebasar adalah TPT Perempuan 20,98 %, sedangkan TPT Laki-Laki 7,73 %, dengan demikian penduduk perempuan lebih banyak tidak memiliki pekerjaan dibandingkan penduduk laki-laki.

Penduduk Sumatera Barat yang berumur 10 tahun keatas bekerja cukup besar yakni 49,56 %, namun dibandingkan dengan penduduk tidak bekerja, baik yang sedang bersekolah, mencari pekerjaan atau kegiatan Iainnya, rasio ini belum ideal, sehingga ketergantungan secara finansial penduduk tidak bekerja dengan penduduk yang bekerja cukup besar.

Bab III ...