BAB IV

KINERJA PENDIDIKAN 2005/2006 

Mempedomani rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, substansi kinerja pendidikan yang dituangkan dalam profil pendidikan propinsi maupun kabupaten dan kota, meiliputi 3 (tiga) bentuk kinerja pengembangan pendidikan nasional, yakni;

• Kinerja Pemerataan dan Perluasan Pendidikan.

Pemerataan dan perluasan pendidikan atau yang biasa disebut perluasan kesempatan belajar, dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan (akses) yang sama untuk memperoleh pendidikan, dengan tidak membedakan jenis kelamin, status sosial ekonomi, agama, dan lokasi geografis.

• Kinerja Peningkatanr Mufu dan Relevansi Pendidikan.

Mutu atau kualitas pendidikan dianggap baik apabila mememenuhi standar tertentu, peningkatan mutu dalam hal inil diarahkan menuju suatu standar yang baik, oleh kerena itu mutu tidak hanya dilihat dari prestasi belajar (hasil UAN), tetapi mencakup standar penyelenggaraan pendidikan yang ditetapkan sehingga proses belajar dan mengajar dapat berlangsung dengan baik. Selanjutnya Relevansi pendidikan di tingkat SM diarahkan untuk melihat kesesuaian antara materi pendidikan di sekolah dengan kebutuhan lapangan usaha setelah mereka lulus sehingga mampu menjadi tenaga kerja tingkat menengah.

• Kinerja Manajemen Pendidikan.

Untuk mengetahui atau melakukan evaluasi tingkat efisiensi internal penyelenggaraan pendidikan di sekolah, sehingga seluruh sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik.

Dalam pembahasan berikutnya, terhadap tiga kinerja isu program pendidikan diatas dimulai dari pemahaman difinisi indikator capaiannya, kondisi Sumatera Barat Tahun Pelajaran 2004/2005 dan 2005/2006, serta perbandingan kondisi Sumatera Barat dengan standar ideal yang ditetapkan secara nasional. Indikator-indikator setiap kinerja ini, merupakan kesepakatan nasional dengan konsep awalnya merupakan program yang yang telah dikembangkan oleh UNESCO.

Untuk mendapatkan gambaran secara rinci kinerja pendidikan per kabupaten dan kota, maka pada bagian akhir profil ini dilampiri data-data primer dan proyeksinya untuk masing-masing indikator. 

A.  KINERJA PEMERATMN DAN PERLUASAN PENDIDIKAN.

1. Definisi Indikator Pemerataan dan Perluasan Pendidikan.

2. Capaian Sumatera Barat 2005/2006.

Capaian program pemerataan pendidikan Sumatera Barat, khususnya dilihat dari perolehan Angka Partisipasi Kasar dan Angka Pertisipasi Murni pada setiap jenjang pendidikan relatif meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, sekalipun kenaikan tersebut belum mencapai sasaran yang diinginkan terutama pada upaya penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.

Sekalipunn pada tingkat SD/MI dengan APK kedaan 2005/2006 telah memasuki tuntas Panipurna, namun untuk beberapa kecamatan tertentu yang pada yang umunya terdapat di daerah kabupaten dengan APK masih dibawah rata-rata Sumbar, oleh kerena itu perlu dikembangkan pola belajar yang lebih tepat dan relevan dengan kebutuhani, sehingga anak dapat bersekolah. 

a. Tingkat SD/MI. 

Tabel 28 : Kinerja Pemerataan dan Perluasan Pendidikan
Tingkat SD/MI dan Paket A Sumatera Barat TP. 2005/2006

No

KINERJA PEMERATAAN PENDIDIKAN SD/MI

2004 / 2005

2005 / 2006

STANDAR IDEAL

I.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Angka Partisisipasi Kasar (APK)

Angka Partisisipasi Murni (APM)

Angka Melanjutkan TKIRA-SDIMI

Rasio siswa/sekolah

Rasio siswalkelas

Rasio siswalguru

Rasio kelas/guru

Rasio kelas/ruang kelas

109,37 %

94,20 %

62,11 %

156

23

20

0,87

1,10

112,46 %

96,81 %

68,46 %

159

22

19

0,86

1,16

100 %

Mendekati 100 %

100 %

240

40

40

1

1

Sumber: Rangkuman Data Pendidikan Sumbar 2005/2006

 b. Tingkat SMP/MTs. 

Tabel 29 : Kinerja Pemerataan dan Perluasan Pendidikan
Tingkat SMP/MTS dan Paket B Sumatera Barat TP. 2005/2006

No.

KINERJA PEMERATAAN PENDIDIKAN SMP/MTs

2004 / 2005

2005 / 2006

STANDAR IDEAL

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Angka Partisisipasi Kasar (APK)

Angka Partisisipasi Murni (APM)

Angka Melanjutkan

Rasio siswalsekolah

Rasio siswa/kelas

Rasio siswa/guru

Rasiokelas/guru

Raslo ketas/ruang kelas

87,32 %

69,02 %

97,67%

322

35

9

1,00

0,72

87,61 %

69,44 %

99,79 %

275

33

12

1,00

0,88

100 %

Mendekati 100 %

100 %

360

40

21

0,42

1

Sumber: Rangkuman Data Pendidikan Sumbar 2005/2006

 c. Tingkat SM (SMA,MA dan SMK) 

Tabel 30 : Kinerja Pemerataan dan Perluasan Pendidikan Tingkat SM
Sumatera Barat TP. 200 5/2006

No.

KINERJA PEMERATAAN PENDIDIKAN SM
(SMA, MA DAN SMK)

2004 / 2005

2005 / 2006

STANDAR IDEAL

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Angka Partisipasi Kasar (APK)

Angka Partisisipasi Murni (APM)

Angka Melanjutkan

Rasio siswa/sekolah

Rasio siswa/kelas

Rasiosiswa/guru

Raslo kelas/guru

Raslo Ke4as/Ruang Kelas

64,60 %

46,83 %

97,53 %

326

33

10

0,30

0,72

64,63 %

46,96 %

94,99 %

345

32

11

0,31

0,96

100 %

Mendekati 100 %

100 %

360

40

21

0,42

1

Sumber: Rangkuman Data Pendidikan Sumber 2005/2006

B.  KINERJA MUTU DAN RELEVANSI PENDIDIKAN.

1.      Definisi Indikator Mutu dan Relevansi Pendidikan.

Indikator mutu : 

Indikator Relevansi Pendidikan :

Capaian Sumatera Barat 2005/2006.

Berdasarkan indikator diatas, berikut kita lihat kinerja peningkatan mutu dan relevansi pendidikan Sumatera Barat tahun 2005/2006, secara berurutan mulai dan SD/MI sampai kejenjang SM. 

a. Tingkat SD/MI 

Tabel 31 : Kinerja Peningkatam Mutu SD/MI Sumatera Barat TP. 2005/2006

No.

KINERJA PENINGKATAN MUTU PENDIDKAN SD/MI

2004 / 2005

2005 / 2006

STANDAR IDEAL

1.

2.

3.

4.

5.

 

 

 

6.

 

 

 

 

7.

Siswa baru SD/MI dan TKJRA

Mengulang

Putus sekolah

Lulusan

Kualiflkasi Pendidikan Guru

Jumlah guru SD

a. Dibawah SI

b. Si Keatas

Kondisi ruang Kelas.

Jumlah ruang kelas SD+MI

a. Balk

b. Rusak ringan

c. Rusak berat

Fashtas sekolah.

Jumlah SD+MI

a. Memiliki pustaka

b. Memiliki lap. Olahraga

c. Memilki ruang UKS

42,30 %

9,50 %

0,51%

94,64 %

 

31.108 org

90,08 %

9,90 %

 

25.081 R.Kls

42,12 %

35,62 %

22,25 %

 

4.074 unit

10,33 %

14,04 %

12,32 %

45,33 %

9,93%

0,48%

96,44%

 

33.936 org

89,20 %

10,80 %

 

25.992 R.KIs

46,37 %

32,57 %

21,06 %

 

4.126 unit

10,68 %

14,07 %

13,16 %

100 %

0 %

0 %

100 %

 

 

0 %

100%

 

100 %

0 %

0 %

 

 

 

100 %

100 %

100 %

Sumber: Rangkuman Data Pendidikan Sumbar 2005/2006

b. Tingkat SMP/MTs
 

Tabel 32 : Kinerja Peningkatan Mutu SMP/MTs Sumatera Barat TP. 2005/2006

No.

KINERJA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SMP/MTs

2004 / 2005

2005 / 2006

STANDAR IDEAL

1.

2.

3.

4.

 

 

 

5.

 

 

 

 

6.

 

 

Mengulang

Putus Sekolah

Lulusan

Kualifikasi Pendidikan Guru. Jumlah Guru SMP

a. Dibawah SI

b. S.1 Keatas

Kondisi ruang kelas.

Jumlah ruang kelas SMP+MTs

a. Baik

b. Rusak ringan

c. Rusak berat

Faslitas sekolah

Jumlah SMP+MTs

a. Memiliki pustaka

b. Memilki Lap. Olahraga

c. Memilki Iaboratorium

1,12 %

1,50 %

95,03 %

 

14.293 org

53,99 %

46,00 %

 

8.072 R.KIs

81,39 %

13,79 %

4,82 %

 

835 unit

55,39 %

33,65 %

48,86 %

1,19 %

1,49 %

95,06 %

 

15.226 org

49,94 %

50,06 %

 

8.078 R.KIs

81,09 %

13,56 %

5,35 %

 

855 unit

58,47 %

33,67 %

43,86 %

0 %

0 %

100 %

 

 

0 %

100 %

 

 

100 %

0 %

0 %

 

 

100 %

100 %

100 %

Sumber: Rangkuman Data Pendidikan Sumbar 2005/2006

c. Tingkat SM (SMA,MA dan SMK) 

Tabel 33 : Kinerja Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan SMA,MA dan SMK
Sumatera Barat TP. 2005/2006

No.

KINERJA PENINGKATAN MUTU DAN RELEVANSI PENDIDIKAN SM

2004 / 2005

2005 / 2006

STANDAR IDEAL

 

1.

2.

3.

4.

 

 

 

5.

 

 

 

6.

 

 

 

 

7.

 

 

 

 

 

 

8.

 

 

 

 

9.

 

 

 

 

 

 

 

 

Penlngkatan Mutu Pendidikan

Mengulang

Putus sekolah

Lulusan

Kualifikasi Penndidikann Guru Jumlah guru SMA

a. Dibawah Si

b. Si Keatas

Kualifikasi Pendidikan Guru

Jumlah guru SMK

a. Dibawah Si

b. Si Keatas

Kondisi ruang kelas.

Jlh. Ruang kis. SMA+MA+SMK

a. Baik

b. Rusaknngan

c. Rusak berat

Fasilitas Sekolah.

Jumlah SMA÷MA+SMK

a. Memiliki pustaka

b. Memiliki Lap. Olahraga

c. Memiliki Lab. SMA/MA

d. Memilki ruang praktek (SMK)

Relevansi Pendidikan :

Siswa SMA menurut jurusan.

Jumlah siswa SMA Tk. Ill

a. Jurusan Bahasa

b. Jurusan IPS

c. Jurusan IPA

SMK meniurut kelompok.

Jumlah SMK

a. Pertanian dan kehutanan

b. Teknologi dan industri

c. Bisnis dan manajemen

d. Kesejahteraan masyarakat

e. Pariwisata

f. Seni dan kerajinan

q. Kelautan dan Perikanan

 

0,88 %

1,32 %

93,89 %

 

8.464 org

17,81 %

82,30 %

 

6.428 org

19,84 %

80,12 %

 

4.531 R.kls

86,77 %

11,22 %

3,12 %

 

481 unit

53,12 %

32,77 %

62,22 %

86,81 %

 

 

27.132 org

2,63 %

65,28 %

32,08 %

 

140 unit

3,57 %

46,42 %

41,42 %

0,71 %

5,71 %

2.17%

0

 

0,78 %

1,46 %

85,07 %

 

9.522 org

15,90 %

84,10 %

 

5.981 org

18,43 %

81,57%

 

5.306 R.kls

87,10 %

10,10 %

2,78 %

 

546 unit

54,21 %

35,03 %

56,86 %

87,66 %

 

 

32.578 org

1,26 %

63,69 %

35,05 %

 

160 unit

4,36 %

48,75 %

38,75 %

0,63 %

3,13 %

3,13 %

1,25%

 

0 %

0 %

100 %

 

 

0 %

100 %

 

 

0 %

100 %

 

 

100 %

0 %

0 %

 

 

100 %

100 %

100 %

100 %

Sumber: Rangkuman Data Pendidikan Sumbar 2005/2006

 C.  KINERJA MANAJEMEN INTERNAL PENDIDIKAN.

1. Definisi indikator Manajemen Internal Pendidikan.

§         Jumlah keluaran (JK) adalah, jumlah siswa yang keluar dan jenjang pendidikan kerena telah lulus atau tamat belajar dan jenjang pendidikan tertentu.

§         Jumlah tahun-slswa (JTS) adalah, jumlah siswa yang bertahan dan tahun ke tahun sampai lulus pada jenjang pendidikan tertentu.

§         Jumlah putus sekolah (JPS) adalah, jumlab siswa yang putus sekolab sebelum lulus pada jenjang penthdikan tertentu.

§         Jumlah men gulang (JU) adalah, jumlah siswa mengulang di tingkat yang sama pada jenjang pendidikan tertentu.

§         Rata-rata lama belajar (RLB) adalah, rata-rata lama belajar yang diperlukan siswa sampai lutus sekolah pada suatu jenjang pendidikan. Lama belajar seko dirinci atas 3 bagian:

a.      Lama belajar sampai lulus (RLB

b.      Lama belajar sampai putus sekolah (RLBps)

c.      Lama belajar berdasarkan kohort (RLBk)

 

§         Tahun siswa terbuang (TST) adalah, tahun siswa yang terbuang dakibatkan kerena adanya siswa yang mengulang, putus sekolah dan jumlah mengulang dan putus sekolah pada jenjang pendidikan tertentu.

§         Tahun masukan per lulusan (TML) adalah, perbandingan antara jumlah tahun masukan dengan jumlah lulusan pada jenjang pendidikan tertentu.

§         Rasio keluaran per masukan (R-KM) adalah, perbandingan antara jumlah lulusan dikalikan dengan waktu (tahun) yang seharusnya dibutuhkan untuk lulus dengan tahun siswa pada suatu pendidikan.

·        Angka bertahan (AB) adalah, perbandingan antara jumlah siswa yang dapat bertahan pada tingkat tertentu atau sampai lulus dari suatu kohort sebesar 1000 pada suatu pendidikan tertentu dibandingkan dengan tahun siswa.

§         Koefisien EfisiensI (KE) adalah perbandiagan antara jumlah siswa bertahan bibagi dengan tahun siswa pada suatu jenjang pendidikan tertentu. 

2. Capaian Sumatera Barat 2005/2006.

Kinerja manajemen pendidikan intenal pendidikan, merupakan refleksi dari penanganan manajemen pendidikan secara kesuluruhan yang berdampak terhadap efisiensi pendidikan dilihat dari jumlah siswa mengulang dan tinggal kelas.

Manajemen internal pendidikan lebih ditekankan pada penilaian terhadap bagaimana sekolah (guru) memenej proses belajar dan mengajar sehingga angka tinggal kelas dan putus sekolah dapat diperkecil, bagaimanapun juga penanganan manjemen internal sekolah yang lebih baik akan memberikan pengaruh terhadap lama belajar anak disekolah.

Kinerja manajemen pendidikan Sumatera Barat Tahun Pelajaran 2005/2006 mulai dan tingkat SD sampai SM

a. Tingkat SD/MI 

Tabel 34 : Kinerja Manajemen Pendidikan Tingkat SD/MI
Sumatera Barat TP. 2005/2006

No.

KINERJA MANAJEMEN PENDIDIKAN SD/MI

2004 / 2005

2005 / 2006

STANDAR IDEAL

1.

2.

3.

4.

5.

 

 

 

6.

 

 

 

7.

Jumlah keluaran

Jumlah tahun-siswa

Jumlah putus sekolah

Jumlah mengulang

Rata-rata lama belajar :

- Lulusan

- Putus sekolah

- Kohort

Tahun siswa terbuang :

- Mengulang

- Putusseko

- Jumlah

Tahun masukan per Iulusan

Rasio keluaran-masukan

955

5,940

45

47

 

6,05

3,65

5,94

 

166

164

329

6,22

0,96

944

6.402

27

42

 

6,50

3,91

6,25

 

156

107

266

6,80

0,89

1000

6000

0

0

 

6

6

8

 

0

0

0

6

1

Sumber: Rangkuman Data Pendidikan Sumbar 2005/2006.

b. Tingkat SMP/MTs. 

Tabel 35 : Kinerja Manajemen Pendidikan Tirigkat SMPIMTs
Sumatera Barat TP. 2005/2006

No.

KINERJA MANAJEMEN PENDIDIKAN SMP/MTs.

2004 / 2005

2005 / 2006

STANDAR IDEAL

1.

2.

3.

4.

5.

 

 

 

6.

 

 

 

7.

8

Jumlah keluaran

Jumlah tahun-siswa

Jumlah putus sekolah

Jumlah mengulang

Rata-rata lama belajar :

- Lulusan

- Putus sekolah

- Kohort

Tahun siswa terbuang :

- Mengulang

- Putusseko

- Jumlah

Tahun masukan per lulusan

Rasio keluaran-masukan

954

3.005

45

47

 

3,05

2,10

3.00

 

92

95

188

3,15

0,91

954

2.979

46

36

 

3,04

1,77

2,98

 

63

81

144

3,12

0,96

1000

3000

0

0

 

3

3

5

 

0

0

0

3

1

Sumber: Rangkuman Data Pendidikan Sumbar 2004/2005

c. Tingkat SM (SMA, MA dan SMK) 

Tabel 36 : Kinerja Manajemen Pendidikan Tingkat SM
Sumatera Barat TP. 2005/2006

No.

KINERJA MANAJEMEN PENDIDIKAN SM

2004 / 2005

2005 / 2006

STANDAR IDEAL

1.

2.

3.

4.

5.

 

 

 

6.

7.

 

 

8.

Jumlah keluaran

Jumlah tahun siswa

Jumlah putus sekolah

Jumlah mengulang

Rata-rata lama belajar :

- Lulusan

- Putus sekolah

- Kohort

Tahun siswa terbuang :

- Mengulang

- Putus sekolah

- Jum

Tahun masukan per lulusan

Raslo keluaran-masukan

954

3,005

45

47

 

3,05

2,10

3.00

 

92

95

188

3,15

0,95

942

2.943

58

30

 

3,03

1,51

2.94

 

43

87

130

3,12

0,96

1000

3000

0

0

 

3

3

5

 

0

0

0

3

1

Sumber: Rangkuman Data Pendidikan Sumbar 2005/2006

 Bab V ...