BAB II

GAMBARAN UMUM WILAYAH PROPINSI SUMATERA BARAT

 

A.      GEOGRAFIS. 

Wilayah Sumatera Barat terletak antara 0 derajat Lintang Utara hingga 3 derajat Lintang Selatan, serta 98 derajat dan 101 derajat Bujur Timur. Wilayah Sumatera Barat dilalui oleh garis khatulistiwa (garis lintang nol derajat), tepatnya berada di kecamatan Bonjol kabupaten Pasaman Barat, kondisi ini menyebabkan wilayah Sumatera Barat beriklim tropis. 

Luas wilayah sekitar 4.229.730 Ha, setara dengan 2,17 % dari luas wilayah Negara Kasatuan Republik Indonesia, dengan luas perairan laut diperkirakan 186.500 Km2 dan panjang garis pantai 2.420.57 Km. 

Keadaan topografi wilayah Sumatera Barat bervariasi, mulai dari wilayah datar, landai, bergelombang serta wilayah dengan kondisi alam yang terjal/curam dan berbukit. Dengan kondisi topografi ini, di Sumatera Barat banyak sekali didapati obyek wisata alam. 

Suhu udara rata-rata di pantai Sumatera Barat berkisar antara 21 sampai 38  derajat celcius, daerah perbukitan berkisar antara 15 sampai 34 derajat celcius, sedangkan pada daerah datar di sebelah timur Bukit Barisan dengan suhu antara 19 sampai 34 derajat celcius. 

Hampir setiap tahun di Sumatera Barat terjadi dua puncak curah hujan maksimum, yaitu pada bulan Maret dan Desember. Curah hujan paling rendah terjadi pada bulan Juni/Juli. Jumlah curah hujan rata-rata maksimum mencapai 4000 mm/tahun terutama di wilayah pantai barat, sedangkan di beberapa tempat di bagian timur curah hujan relatif kecil antara 1500 sampai 2000 mm/tahun. 

Batas-batas wilayah Sumatera Barat dengan propinsi lainnya sebagai berikut : 

Sebelah Utara berbatasan dengan Propinsi Sumatera Utara

Sebelah Selatan berbatasan dengan Propinsi Bengkulu dan Jambi

Sebelah Timur berbatasan dengan Propinsi Jambi dan Riau

Sebelah Barat berbatasan dengan Samudra Hindia 

Dengan dukungan sarana dan prasarana serta fasilitas transportasi yang memadai, daerah Sumatera Barat dapat dengan mudah dikunjungi dari daerah manapun, baik melalui perjalanan darat, laut maupun udara.

B.     PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN DAN KOTA 

Propinsi Sumatera Barat terdiri dari 19 daerah kabupaten dan kota, dengan rincian , 13 daerah kabupaten dan 6 daerah kota. Dari 19 daerah ini terbagi lagi atas 158 daerah kecamatan. Jumlah daerah kecamatan pada setiap kabupaten dan kota sebagai berikut : 

NAMA DAERAH KABUPATEN DAN KOTA

DAN JUMLAH KECAMATAN SE SUMATERA BARAT
 
 

No

Daerah Kabupaten dan Kota

Jumlah Kecamatan

1

Kabupaten Agam

15

2

Kabupaten Pasaman

12

3

Kabupaten Pasaman Barat

7

4

Kabupaten Limapuluh Kota

13

5

Kabupaten Solok

14

6

Kabupaten Solok Selatan

5

7

Kabupaten Padang Pariaman

17

8

Kabupaten Pesisir Selatan

11

9

Kabupaten Tanah Datar

14

10

Kabupaten Sawahlunto Sijunjung

8

11

Kabupaten Darmasraya

4

12

Kapupaten Kepulauan Mentawai

4

13

Kota Bukittinggi

3

14

Kota Padang

11

15

Kota Padang Panjang

2

16

Kota Sawahlunto

4

17

Kota Solok

2

18

Kota Payakumbuh

3

19

Kota Pariaman

3

Sumber : Profil Pendidikan Kab/Kota 2005/2006

C.     DEMOGRAFI DAN ANGKATAN KERJA. 

Menurut hasil Susenas tahun 2005, jumlah pendudukan Sumatera Barat sebanyak 4.560.572 jiwa, dengan rincian penduduk laki-laki 2.248.348 jiwa, dan penduduk perempuan 2.312.224 jiwa. Kota padang dengan jumlah pendudukan terbanyak yakni 784.740 jiwa dan terkecil adalah kota Sawah lunto sebesar 53.709 jiwa. Rata-rata laju pertamban penduduk Sumatera Barat diperkirakan 0,61 %. Laju pertambahan penduduk ini termasuk yang terendah dibandingkan propinsi lainnya di pulau Sumatera, sedangkan laju pertambahan penduduk perkabupaten dan kota, Kab. Tanah Datar adalah terendah yakni 0.68 % dan tertinggi adalah kota Sawahlunto dengan laju pertambahan penduduk mencapai 3.32 %

Penduduk Sumatera Barat usia 15 tahun keatas / usia kerja cukup besar yakni sebanyak 1.981.596 orang (63.61 %), angkatan kerja ini dapat dikelompokkan atas, bekerja sebanyak 1.717.289 orang (55.13 %), terbesar adalah angkatan kerja laki-laki 1.073.480 orang, sedangkan angkatan kerja perempuan sebanyak 643.449 orang. Penduduk bukan angkatan kerja sebanyak 1.113.653 orang (36.39 %) yang terdiri dari penduduk bersekolah, mengurus rumah tangga dan lainnya. 

D.      AGAMA, SUKU DAN BAHASA. 

Sebahagian besar penduduk Sumatera Barat beragama Islam, namun kehidupan beragama masyarakat Sumatera Barat yang sangat toleran dan menghargai adanya perbedaan, pelaksanaan ibadah bagi penduduk pemeluk agama lainnya berjalan dengan baik dan damai, hampir tidak ditemukan permasalahan antar pemeluk agama di Sumatera Barat, dalam menjalankan ibadah menurut kepercayaan masing-masing. 

Mayoritas suku dan bahasa di Sumatera Barat adalah Suku dan bahasa Minangkabau, yang sangat menghargai nilai-nilai adat dan budaya tradisional serta terbuka terhadap nilai positif lainnya yang datang dari luar, kondisi ini sangat memberikan pengaruh baik terhadap penyelenggaraan pendidikan di Sumatera Barat. 

Suku dan bahasa lainnya yang berkembang di Sumatera Barat, antara lain Suku Mentawai di Kepuluan Mentawai, Suku Mandailing di Pasaman, Suku Jawa terutama sekali di daerah transmigrasi dan pertambangan, serta kelompok etnis Tiongha. Interaksi sosial masyarakat antar suku yang dapat terjaga dengan baik menjadi dasar bagi peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa di Sumatera Barat.  

Dibidang budaya, sinergi antara nilai-nilai adat dan agama, serta nilai modern universal yang positif, diungkapkan dengan ungkapan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, dan Tali Tigo Sapalin, Tungku Tigo Sajarangan, yang mengambarkan keterpaduan kepemimpinan ninik mamak, alim ulamo dan cerdik pandai yang disertai sikap pragmatisme dan kewirausahaan masyarakat, merupakan modal dasar pengembangan materi kurikulum yang adabtif dengan kondisi sosial masyarakat Minang khususnya dan masyarakat Sumatera Barat  pada umumnya. 

E.      PRIORITAS PEMBANGUNAN SUMATERA BARAT. 

Prioritas pembangunan Sumatera Barat, merupakan implementasi dari visi pembangunan 2006-2007, dimana rumusan visi ini sebelumnya disusun dan ditetapkan berdasarkan kajian permasalahan, tantangan, serta potensi yang dimiliki. Rumusan visi pembangunan Sumatera Barat 2006-2007, adalah Mewujudkan Sumatera Barat yang tangguh, bersih dalam semangat kebersamaan.    

Selanjutnya visi ini dijabarkan dalam tiga aspek pembangunan, yakni : 

Untuk mewujudkan masyarakat yang relegius yang maju dan berbudaya, maka pengembangan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama serta peningkatan sumber daya manusianya menjadi sangat penting. Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang sejahtera, sehat penuh semangat, mandiri, terampil, profesional, disiplin, menjunjung tinggi hukum, kreatif dan inovatif serta berbudaya dan mampu mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam meningkatkan harga diri dan kesejahteraannya. 

Berdasarkan visi tersebut, ditetapkan 3 (tiga) misi pembangunan Sumatera Barat tahun 2006-2010 sebagai berikut ; 

Dari rumusan visi diatas, jelas sekali komitmen dan keinginan Pemerintah Daerah beserta masyarakat Sumatera Barat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas guna mengantisipasi keterbatasan sumber daya alam yang tersedia, disamping  mempersiapkan masyarakat Sumatera Barat agar mampu bersaing dalam berbagai lapangan kehidupan kedepan baik ditingkat nasional maupun global. 

Berdasarkan visi dan misi pembangunan Sumatera Baat 2006-2010, selanjutnya ditetapan agenda-agenda utama pembangunan serta prioritas program sebagaimana uraian berikut : 

1.    Agenda Pembangunan Daerah Tahun 2006-2010. 

Berdasarkan visi dan misi pembangunan Daerah Sumatera Barat, ditetapkan 7 (tujuh) agenda pembangunan daerah Sumatera Barat 2006-2010, yakni ; 

1.1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan sosial budaya ;

1.2. Membangun sumber daya manusia yang berkualitas ;

1.3. Menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan bersih ;

1.4. Membangun ekonomi yang tangguh dan berkeadilan ;

1.5.  Mengembangkan infrastruktur yang mendorong percepatan pembangunan ;

1.6.  Mempercepat penurunan tingkat kemiskinan ;

1.7.  Memberdayakan Nagari sebagai basis pembangunan ; 

Dari ketujuh agenda pokok pembangunan diatas, selanjutnya diterjemahkan lagi kedalam program-program pembangunan yang hendak dicapai lima tahun mendatang. Khusus agenda membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Prioritas pembangunan pendidikan sebagaimana kami uraikan pada bagian selanjutnya. 

2.      Agenda membangun SDM yang berkualitas. 

Terdapat 5 (lima) prioritas pembangunan yang beroreantasi pada peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas, antara lain ; 

Ditetapkannya pemerataan dan peningkatan pendidikan, sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, membawa konsekuensi terhadap kebijakan pembangunan sektor pendidikan di Sumatera Barat, antara lain adanya kebijakan kenaikan anggaran pendidikan yang bersumber dari APBD Propinsi, serta keberpihakan pengelolaan pendidikan guna memenuhi hak dasar rakyat untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.